CaBoul 2008

Halo kawan2…

Begini, aku minta ijin ngisi blog aku ama tugas dari unit yg aku ikutin di kampus. Nama unitnya tuh Boulevard, dengan motto : lewat kata, karya, dan karsa. Boulevard tuh unit sejenis buletin yg mengupas isu2 seputar kampus. Oh ya, unit tuh sejenis ekstra kurikuler (sebutan di jaman sekolah), tapi di jaman kuliah, ekskulnya lebih selektif dalam pemilihan anggota. Maksudnya selektif, unit2 ini mencari org2 yg loyal n konsekuen ama pilihan diri dia. Gituh..

Makanya judul postingan aku kali ini adalah CaBuol 2008, dgn kepanjangan : Calon Boulevard 2008.

Dan sekarang aku ditugasin buat nulisin 9 Elemen Jurnalisme sepengertian aku.

Oh ya, sumbernya ini dari buku yg ditulis ama Bill Kovach and Tom Resenstiel. Jadi kalo ada temen2 yg seneng nulis juga n tertarik ama jurnalisme, mungkin bisa nyari tambahan info dari buku mereka. ūüôā

Oke, here we goes…:

1.) Menyampaikan Kebenaran. Berita yg disampaikan oleh jurnalis harus bersifat fungsional, maksudnya : berita tsb bisa ngasih manfaat bwt org banyak. Contohnya nieh, kayak peristiwa Sriwijaya Air baru2 ini. Dgn adanya berita itu,selain dapat mengoreksi cara kerja maskapai penerbangan Indonesia, juga bisa dijadiin referensi bwt masyarakat Indonesia agar lebih selektif.

2.) Memegang Kepercayaan Publik. Jurnalis harus punya loyalitas kpd masyarakat, namun juga harus punya toleransi media utk pemasangan iklan, n tulisannya nikmat dibaca oleh para pembacanya. Cara bwt ngebagi ke-3 kepentingan ini, seorang jurnalis harus mengangkat berita yg relevan di masyarakat saat itu. Penyampaian berita tersebut harus menarik dan enak dibaca. Akibatnya, para pemasang iklan akan memanfaatkan media si jurnalis bwt promo brg2 mereka.  Pemasang ikaln ini merupakan sumber dana bagi media agar bisa terus berjalan. Mereka percaya bahwa media yg mereka gunakan adalah media yg tepat untuk berpromosi krn punya kualitas yg tinggi.

3.) Disiplin Verifikasi. Verifikasi = mengecek kebenaran. Ada 5 cara verifikasi yg dianjurkan, yaitu : Pertama : Jangan nambahin ato ngarang kalimat tambahan! Bahaya! Sampein aja tuh berita apa adanya. Ke-2 : Jangan nipu pembaca! Gile aje. Penipuan ini bisa ngelahirin pemfitnahan, yg ujung2nya bisa ngenambah perpecahan bangsa kita. Fitnah tuh lebih kejam dari sebuah pembunuhan. Ke-3:Harus transparan. Jangan ada yg ditutup2in. ke-4: Percayalah pada narasumber. Yakin aja narasumber yg dipilih itu bener2 tepat.Dalam pemilihan narasumber, jurnalis dituntut selektif.  ke-5: Rendah hati! Ada yg bilang, kesombongan adalah awal dari kehancuran.

4.) Independen. Harus netral n jangan tergantung pihak lain.

5.) Memantau Kekuasaan n Menyambung Lidah Rakyat. Maksudnya investigative Reporting adalah jurnalis dituntut untuk mengusai topik yg dia angkat dari seorang narasumber dgn mengorek keterangan sedalam mungkin. Hal ini dapat menjadi salah satu sarana bwt nyampein masalah rakyat yg pengen mereka sampein ke org2 besar.

6.) Menjadi Forum Publik. Jurnalisme perlu menjadi forum publik karena dengan adanya media, orang2 di seluruh Indonesia dapat saling berinteraksi satu sama lain. Mereka tidak perlu berkumpul di satu tempat untuk nyampein pendapat masing2. Dengan adanya media, mereka cukup duduk di kursi, nulis di kertas ato komputer, lalu bisa mereka kirimkan ke media yg dituju. Hal ini memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi.

7.) Memikat dan Relevan. Supaya laporan memikat dan relevan, jurnalis harus mampu mengangkat realita yg sedang terjadi saat itu dengan bahasa yg komunikatif. Misalnya saja menjelang Pemilu 2009, jurnalis berlomba-lomba mengumpulkan berita dari calon-calon rakyat. Agar beritanya enak dibaca, pakailah judul yg menarik dan bahasa yg mudah dimengerti. Apabila tidak ada berita yg terbaru yg hangat, jurnalis dapat mengembangkan suatu topik dengan metode feature.

8.) Proporsional dan Komprehensif. Supaya berita punya sifat ini, gunakanalah aspek logika dan realita dalam pembuatan judul dan isi kalimat.

9.) Berhati Nurani. Hati nurani jurnalis bisa berperan dalam tulisannya apabila si jurnalis tersebut memposisikan dirinya dari berbagai sudut pandang. Ketika suatu berita dibuat, isinya harus bisa menghormati berbagai pihak dan tidak boleh ada yg merasa tersinggung karenanya.

dan ada satu tambahan elamen lagi (dari buku Kovach and Resenstiel yg baru direvisi), yaitu :

10.) What Newspeople Should Know and the Public Should Expect. Maksudnya, pembaca harus mendapatkan informasi yg sebenarnya dan masyarakat bisa mendapatkan yg mereka harapkan. Elemen ini muncul karena semakin hari masyarakat semakin ragu terhadap jurnalisme itu sendiri. Mereka tidak mendapatkan berita yg sebenarnya. Mereka kecewa dan memberontak. Salah satu hasil dari pemberontakan tersebut adalah munculnya blog di internet. Dengan adanya blog ini, semua org bisa mengungkapkan apa yg mereka inginkan, apa yg mereka ketahui, dan apa yg dapat mereka beritakan. Namun dengan legalnya pemberitaan di dunia maya, masyarakat harus selektif dalam memperoleh informasi yg ada.

Oke, segitu dulu postingan aku hari ini. Maap ya kalo isinya sedikit formal, next time, kita berbagi cerita lagi!

CaBoul 2008

One thought on “CaBoul 2008

  1. devy says:

    “Citizens, too, have rights and responsibilities when it comes to the news.” adalah elemen jurnalisme yang ke sepuluh. Diambil dari buku Kovach dengan judul What Newspeople Should Know and the Public Should Expect.

    Ditunggu tulisan-tulisannya yang lain untuk Boulevard ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s