Mencontek : Antara Gengsi dan Herr

Mencontek.

Satu kata ini mengingatkan saya pada masa-masa SMA dulu. Tidak hanya masa SMA, tapi juga masa-masa sebelum itu. Pertama kali saya mencontek dan saya langsung jera, adalah saat ulangan IPS kelas 3 SD.

Saat itu saya dan dua orang teman saya agak bingung, mengenai satu pertanyaan : “Apakah rumah adat Jawa?”

Seingat saya, guru IPS menerangkan bahwa rumah adat Jawa adalah rumah Joglo. Namun dua teman di samping saya berdiskusi, dan saya tergoda dengan kesimpulan diskusi mereka berdua.

Saat itu saya sudah mencoret pilihan saya, yaitu Rumah Joglo, namun akhirnya saya mengganti pilihan (entah rumah apa yang saya pilih akhirnya) dan ternyata pilihan tersebut salah besar.

Nilai ulangan saya tidak memuaskan. Huff…saya kecewa pada diri sendiri, dan berjanji, apabila ujian saya tidak akan mencontek. Sebaiknya herr saja, yang penting nilai ujian saya yang perdana tidak dicampur tangan pikiran orang lain.

Saat SMA, ada satu aturan yang melarang para siswanya mencontek.

Nama aturan ini disebut Kode Kehormatan Siswa SMA Taruna Nusantara. Larangan mencontek masuk ke salah satu pasal di dalamnya, berbunyi : “Pantang Mencontek”.

Dan hal ini berlaku sepenuhnya saat berlangsungnya ujian.

Saat saya pertama kali melaksanakan ulangan, saya melihat seluruh kakak kelas begitu tertib, tidak bisik-bisik ke sebelahnya selama ujian. (Setiap ulangan, tata tempat duduk ditata sedemikian rupa, satu kelas diisi dua angkatan berbeda).

Suasana kelas hening, kondusif untuk berpikir jernih (meski saya seringkali dikerjain soal). Bahkan ketika guru pengawas ke luar kelas, tidak ada yang membuat keributan. Apabila ingin meminjam tip-ex, penghapus atau sejenisnya kepada orang di sebelah, siswa yang ujian akan minta izin kepada pengawas dengan mengatakan,”Maaf Pak/Bu, ijin pinjam penghapus.”

Ya, sejenis itulah.

Well, di sekolah saya dulu, mencontek saat ulangan itu kesannya haram. Seperti menjatuhkan harga diri sendiri. Lebih baik herr dengan kawan-kawan, daripada saat ujian ketahuan mencontek.

Tidak heran, saat SMA dulu, tiap slesai ulangan, entah ulangan harian atau ujian semseter, terdapat jadwal herr atau ujian perbaikan dengan nilai maksimal yang dapat dicapai adalah 65 atau 70.

Wah, untuk jadwal ujian perbaikan ini, seringkali saya harus ikut Fisika atau Kimia. Hmmm…saya sendiri tidak pernah menyangka bahwa meski dulu ke-2 mapel itu jadi musuh bebuyutan saya, tapi sekarang menjadi sahabat saya, meski ke-2 sahabat saya ini butuh pengertian ekstra dan terkadang menyebalkan.

Tapi, seperti kata guru SD saya dulu, perlakukanlah pelajaran selayaknya pacar kita. Apelin tiap malem, liat tiap hari, kasih perhatian, sayangi, dan jangan pernah lupa dilihat, dan nanti pelajaran itu akan jatuh hati kepada kita.

Hmmm….meski banyak godaan, saya selalu berusaha melaksanakan apa kata guru saya itu. (tapi terkadang absen ngapel juga, gara-gara ada PR atau tugas yang lebih mendesak).

Nah, balik lagi ke permasalahan mencontek.

Akhirnya hingga saat ini, selama saya masih bisa mengerjakan sendiri soal ujian, saya akan berusaha sebaik mungkin.

Alhamdulillah, Allah SWT masih memberi saya kesempatan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, memberi saya orangtua dan keluarga yang selalu mendukung prestasi, alhamdulillah…

Balik lagi ke gengsi gak mau nyontek jaman SMA dulu. Waktu itu sempat adik kelas saya kena fitnah mencontek, dan dia stress sekali. Ada yang bilang itu salah paham karena adik kelas itu kebetulan mau pinjam tip-ex, tapi dikira nanya jawaban. Saya kurang tau kelanjutannya, tapi sepertinya kasus itu happy ending. Prinsipnya, kerjain soal ujian dengan kemampuan sendiri, dan jangan pernah tergantung orang lain.

Ada lagi, teman seangkatan saya ketahuan membawa ‘krepekan’ (istilah untuk kertas kecil2 yang ditulis rumus-rumus atau apa pun supaya bisa membantu selama ujian). Dia meminta maaf di depan tiga angkatan, mengenakan pakaian hijau-hijau selama jangka waktu tertentu, dan kabarnya, dia stress sekali karena imejnya menjadi buruk di mata pamong dan siswa. Alhamdulillah dia tetap bertahan dan menjadi salah satu dari kawan-kawan saya yang lulus dari SMA di Magelang.

Begitulah.

Well, minggu depan ujian tengah semester Statika Struktur dan Fisika Dasar. Bismillahirrahmanirrahimmmm…Allah SWT selalu bersama umat-Nya, dan saya yakin itu.

Peace 😉

Mencontek : Antara Gengsi dan Herr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s