Saat Beberapa Keyakinan Hanya Tertuju Pada Satu Zat yang Maha Agung

Assalamualaikum…
Met pagi menjelang siang semuanya…

Entah mengapa, Rabu pagi ini tiba2 saya ingin membuat tulisan ini. Dengan tema : Allah yang Maha Agung. (ceilaaaaahhh…saya. Lho?!)

To da poin yaaaaa.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya kerap kali bertemu dengan orang-orang yang kuat imannya. Baik itu sekeyakinan dengan saya atau yang berbeda keyakinan. Namun, ada satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepala saya saat saya sedang merenung kisah sehari-hari tersebut.

“Mengapa kita sebagai manusia, sering (atau bahkan selalu) mempermasalahkan perbedaan keyakinan, dengan saling menyalahkan dan mengumbar kekurangan keyakinan orang lain, padahal zat yang disembah hanya satu, dan ajaran yang diajarkan pun selalu menuju kepada kebaikan?”

Nah, itu pertanyaan yang sekarang selalu muncul di batin saya, tiap kali ada orang yang mempermasalahkan hal tersebut. Sebenarnya hal tersebut muncul bukan akibat diskusi serius, tapi sekadar obrolan biasa di tengah canda. Atau saat saya sedang melihat situs jejaring sosial beberapa teman saya, dengan penuh ekspresinya dia memprmasalahkan hal tersebut. Atau saat saya membaca blog orang lain, yang (maaf) mengolok-olok keyakinan saya, Rasul saya, bahkan Allah SWT yang sangat saya cintai.

Padahal, apa guna agama itu sendiri?
Semua agama mengajarkan perdamaian, mengajarkan untuk cinta sesama. Lalu mengapa, kita manusia bisa, yang punya banyak kekurangan di mata Dia, dengan penuh ke-PD-annya, mengumbar kekurangan orang lain atau keyakinan orang lain. Pentingkah? Dan dimana rasa malu itu di dalam diri setiap manusia? Adakah Allah SWT yang aku cintai tersebut mempermasalahkan keyakinan manusia yang berbeda-beda?

Fiuuhh..entahlah.
Setau saya, manusia kalo meninggal, ruhnya akan kembali kepada-Nya. Zat yang menciptakan dan memiliki jiwa-raga ini seutuhnya. Lalu, apa lagi yang manusia olok-olok? (lagi-lagi) entahlah.

Seringkali penyebab pertikaian manusia di muka bumi terjadi akibat perbedaan keyakinan. Orang yang keyakinannya A tidak suka pada orang yang keyakinannya B. Lalu terjadi terorisme, pembunuhan, dan segala cara supaya si ‘lawan’ memiliki hidup yang tidak tentram. Haruskah kita, manusia yang hanya segelintir debu di hadapan Dia, menyakiti saudara sendiri?

Well….semoga saja bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.

🙂

Saat Beberapa Keyakinan Hanya Tertuju Pada Satu Zat yang Maha Agung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s