Berharap Adanya SKS ‘Menggambar Bebas’

Baru aja beberapa jam yang lalu, saya membuat sebuah gambar manusia (dengan ciri khas saya tentunya) untuk kenang-kenangan bagi teman saya yang baru lulus S-2 dari istitusi yang sama dengan saya. Setelah itu mencoba memberika inspirasi kepada teman saya yang baru duduk di institusi ini hampir setahun dan menanyakan “enaknya gambar suasana eksterior seperti apa ya,Din??”

Dari dua kejadian malam ini, saya merasakan sekali, betapa rindunya saya dengan menggambar. Menggambar sesuka hati saya, menggambar perspektif bangunan dan susunan jalannya yang seolah-olah menceritakan usia dan sejarah yang tanpa sengaja mereka rekam. Hmmmm….really miss you, drawing..

dan tanpa sengaja, malam ini saya tiba-tiba kepikiran, coba ada SKS menggambar di bangku kuliah ini. Pengen banget nyediain waktu khusus untuk menggambar, dan pastinya pengerjaan gambar itu saya kerjakan di sela-sela waktu saya mengerjakan tugas-tugas lain yang berbau angka, rumus, siklus, struktur,mekanika,dinamika,termodinamika, dan segala hal yang berhubungan dengan jurusan saya. Well, kenapa gak ada ya??

Hmmmm…tiba-tiba saya ngebayangin, coba pihak rektorat juga menjadikan kesenian sebagai kuliah pilihan wajib bagi mahasiswa teknik. Kesenian membantu kerja otak kanan dan menyebabkan si pelaku menjadi rileks dan happy. Hehhehehe (iya gak?? kalo saya sih iya).  Berharap banget hal ini kejadian. hehehehe…

ada nih beberapa gambar iseng-iseng saya :

Berharap Adanya SKS ‘Menggambar Bebas’

Aura Toga Wisudawan

Waktu menunjukkan pukul 12 kurang 18 menit malam hari, dan saya iseng membuka account situs jejaring sosial saya. Musik laptop saya mengalunkan lagu ‘Waving Flag’ yang dipopulerkan Knaan (buat yang agak asing ama judul lagu ini, pastinya tau lagunya. Iya lah, lagu ini soundtracknya World Cup 2010 yang semakin mendekat :-D)

Nah, ngomong2 tentang account jejaring sosial saya itu, di home saya bermunculan berbagai news feed (buat yang agak asing ama istilah ini, news feed adalah hal-hal yang dituliskan atau dilampirkan teman-teman saya supaya bisa dilihat oleh orang lain. Bisa berupa pendapat, cerpen, foto, bahkan video). Dan yang sedang heboh di news feed ini adalah foto-foto wisuda kemarin. Saya senang melihat foto-foto wisudawan-wisudawati yang mengenakan toga kebanggan institut terbaik bangsa. Buat yang pria, kegagahan bertambah beberapa derajat, apalagi ditambah dengan setelan jas dan sepatu yang rapi. Buat yang perempuan, jadi angguuuuun banget dengan kebaya dan konde atau kerudung yang ditata apik. Raut wajah mereka menampakkan kesenangan, puas, bangga, akhirnya bisa lulus juga. Hmmmm…. Dan ketika saya mengucapkan selamat kepada teman saya yang diwisuda, dia bilang begini,”….semoga cepat menyusul ya.”  Amiiinnn… 🙂

Tapi, ngomong2 tentang ‘segera nyusul’ itu,saya tidak terlalu menargetkan harus cepat selesai dari kampus ini. Meski ada teman2 saya yang membuat status di twitter atau facebook mereka untuk segera lulus, tapi kalo saya pribadi, jalani saja dulu. Haha. Entah mengapa, saya ingin semua ini enjoy aja. Saya ingin menikmati semua jalan hidup saya tanpa harus memaksakan cepat selesai.  Well, apa si tujuan masuk kampus terbaik bangsa? Nyari jodoh? Lulus dan lanjut lagi S-2, S-3 hingga S-teler? Ngikutin apa maunya ortu? (Kalo saya sih yang ini. Haha). Atau gampang nyari kerja??

Well, semuanya balik ke diri sendiri lagi kok. Gak masalah mau apa pun tujuannya masuk kampus tercinta, tapi yang terpenting adalah kepuasan batin dapat memenuhi target kehidupan. Karena ukuran sukses dan bahagia tiap orang beda-beda. Kalo melihat kehidupan saya sehari-hari, dari hidup teman-teman saya yang satu jurusan, ada orang yang senang bisa ambil SKS banyak banget semester ini. IP-nya bagus, bisa ambil sampe 24. Senang karena yakin bisa cepat lulus, kerja, dan tidak merepotkan orangtua. Ada juga teman saya yang lain, senang bisa lulus suatu mata kuliah ‘gila’ meski hanya dapat nilai di perbatasan. Saking senangnya lulus di mata kuliah ‘gila’ itu, main game-nya jadi kebanyakan (untuk merayakan kesenangan), eh ternyata ga lulus di mata kuliah lain. Meski gitu, dia tetep hepi, aktif di himpunan, dan jadi penggerak acara2 himpunan. Di sana dia memperoleh kesenangan. Nah, ukuran kebahagiaan tiap orang berbeda-beda kan?

Begitu pula untuk wisuda. Teman saya yang kakaknya diwisuda tahun lalu, malah bilang,”Kakakku malah lebih seneng jadi mahasiswa karena ga dibilang pengangguran”.

Ada juga yang senang banget diwisuda. Akhirnya bisa lulus setelah melewati tahun-tahun perjuangan yang tidak mudah.

Tapi dari semua suasana hati itu, saya sendiri sebagai panitia, melihat bahwa acara di hari wisuda begitu sakral dan suka-cita. Semua senang, semua gembira. Semua senior yang mengenakan toga terlihat dewasa dan oke banget. Aura dewasa-nya memancar, seakan-akan siap melaksanakan tugas selanjutnya, sebagai mantan mahasiswa (atau pengangguran?? Entahlah). Yang jelas, saya senang bisa masuk kampus yang hebat dan penuh tradisi ini, dan semoga tradisi yang baik dapat diteruskan oleh generasi2 selanjutnya. 🙂

Aura Toga Wisudawan

Menjadi Panitia Wisuda April 2010 HMM

Sabtu, 10 April 2010. Wisuda HMM yang pertama kali dipanitiai angkatan saya. Wah, menyenangkan. Saya menjadi LO (saya lupa kepanjangannya apa) dari wisudawan S-2 angkatan 2004 (Belum genap 5 tahun tapi dah S-2, wow bgt!) FYI, wisudawan yang saya LO-in ini ber-IP 3,96 (Uiiiihh), dan FYI lagi, IP semester satu-nya adalah 3,5 (cum laude, wew!) dan FYI lagi, lulus S-1nya pas 4 tahun. Jenius bgt. Ckckck… Salut sekali saya 🙂

O ya, untuk informasi, LO bertugas untuk menyertai wisudawan dan keluarganya selama berada di acara wisuda yang diadakan oleh himpunan. Untuk informasi, acara hepi-hepi wisudawan di prodi saya dilaksanakan oleh himpunan untuk wisudawan beserta keluarga. Berbeda dengan beberapa himpunan di kampus yang mengundang dosen dan menjadikannya acara makan-makan dan nyanyi-nyanyi formal.

Well, acara wisudanya overall cukup menyenangkan, tapi menjadi garing gara-gara arak-arakan yang diatur KM-nya jadi molor. Waktu jeda jalan antar himpunannya terlalu lama, menyebabkan penonton lelah menunggu. Bayangkan, orangtua menunggu hingga 2-3jam untuk melihat anaknya diarak keliling kampus.Hal ini saya harapkan menjadi bahan koreksi untuk KM periode 2010-2011. No heart offense,please.

Selain itu saya menjadi protokoler upacara di kolam mesin. Sayangnya tidak boleh cebur-ceburan ke kolam mesin, padahal para wisudawan dah pada protes gitu. Alasan tidak boleh nyemplung ke kolam adalah kolam tersebut sedang dipakai untuk penelitian mahasiswa biologi. Ada ganggang-ganggang apa gitu. Saya kurang mengerti. Alhasil terjadi perang air antara panitia (baca : M 08) dengan wisudawan. Seru banget, saya hampir kena timpuk. Tapi syukurlah nggak. Haha.

oke, segitu dulu mungkin cerita untuk wisuda April 2010.

Semoga wisuda selanjutnya bisa lebih baik dibanding hari ini.

🙂

Menjadi Panitia Wisuda April 2010 HMM

Menyempatkan Diri Menulis Blog :)

Met tengah malem semua. Waktu di hape saya saat ini menunjukkan pukul 23.22 WIB. Baru aja pulang dari malam wisudawan di depan himpunan. Woaw. Senang karena lagu yang mendayu-dayu yang sering diputar di tivi dibawakan oleh salah satu band dari angkatan 2007.

Hmmm. barusan saya melihat status teman saya di facebook yang bunyinya : “dateng, rame, tapi g ngelebur semua sibuk sama firqah2nya sendiri…kapan mau kompak??? hanya berharap orang lain berubah untuk dirinya, inilah akibatnya…”

Saya tau status ini ditujukan kepada apa. Ya, malam wisudaan yang dipanitiai angkatan saya. Memamng rame, heboh, seru, semua orang ketawa. Tapi semua tertawa dengan teman dekatnya masing2. Tidak ada yang berbaur satu sama lain. Tidak ada yang berusaha saling mengenal satu sama lain. Apakah mungkin sudah terlalu nyaman dengan lingkungan masing2 (dalam hal ini adalah kawan2 sendiri, enggan menegur yang lebih tua atau gengsi menyapa yang lebih muda). Tapi dalam hal ini, saya kecewa karena saya juga menyadarinya setelah membaca status teman saya tersebut. Nilai2 yang sebenarnya pernah diajarkan kepada saya, dan seringkali nilai2 tersebut diungkit2 lagi ketika berkumpul di komunitas itu, yaitu komunitas yang berisikan orang-orang yang merupakan alumni dari SMA saya di Magelang.

Lagi2, perlu mengoreksi diri sendiri. Perlu membuka lembaran lalu sebagai koreksi untuk hari baru dan di masa yang akan datang. mengapa harus lupa di saat hal penting tersebut seharusnya diaplikasikan?? Well, manusia memang tempatnya lupa dan khilaf, itu wajar. Namun, janganlah menjadi manusia yang memiliki hari baru yang lebih buruk dari hari sebelumnya.

Ya, itu bahan koreksi untuk diri saya sendiri untuk saat ini, dan semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk ke depannya. 🙂

Menyempatkan Diri Menulis Blog :)