Menyalurkan Keinginan Menulis

Hai semuaaaaaa…. (setelah sehari sebelumnya ditempa dua ujian yang totalnya adalah 6 sks, saatnya untuk menulis lembaran baru di blog ini)

Well, malam ini saya duduk di depan laptop biru dongker saya (ceilaaah, biru dongker. kebetulan laptop saya punya warna yang sama dengan jaket himpunan saya)

Dan tentu saja, berada di dalam kamar kosan saya yang tenang. (sebenarnya nggak, soalnya saya mutar lagu dengan suara cukup keras -dijamin gak bakal ganggu kamar lain- yang berjudul “Summer Night”)

“Ya Allah, Dini. Lagu jaman kapan itu??” Pasti orang-orang bakal nanya begitu kalau tau saya muter nih lagu.

Dinyanyikan oleh John Travolta dan Olivia Newton-John sebagai soundtrack film Grease tahun 1978. O yea, saya tau detailnya banget. Haha. Iya lah, saya nge-fans banget ma lagu ini sejak duduk di bangku SMP. Waktu itu dinyanyiin ama Akademi Fantasi Indosiar yang pertama. Oke banget koreografinya (Ari Tulang, gituh). Dan secara iseng-iseng yang luar biasa, saya coba searching di youtube kemarin, dan voila! Dapatlah versi jadulnya nih “Summer Night”. Yea yea!

Lalu….dengan keisengan tingkat parah, saya juga searching tentang salah satu film terbaik (menurut saya) sepanjang masa, yaitu : Titanic (direlease tahun 1997 dan memenangkan berbagai penghargaan Oscar di tahun 1998)

Dan ada quotes menarik yang diucapkan Billy Zane (memerankan Caledon Hockley di film tersebut) saat dia mengambil beberapa lembar uang dan berlian dari brankasnya : “I make my own luck” .

Wow banget. Saya tersentak Iya, saya tersentak. Lima kata tersebut seakan menyentil saya, si manusia bumi (ho oh…emang manusia mana lagi, Din?). Kata-kata tersebut seakan palu godam yang terayun di kepala saya dan menyadarkan saya, bahwa sebenarnya keberuntungan di dunia itu tidak bisa selalu diharapkan, tapi juga harus bisa kita buat. Contoh konkritnya, kalo kita mau ujian dan pengen nilai yang oke, gak mungkin kita cuman duduk-duduk sambil minum kopi, trus berdoa kepada Allah SWT supaya besok nilai yang keluar bagus. Caranya supaya apet nilai yang oke, tentu aja dengan usaha. Berusaha mengerti apa yang akan diujikan besok. Jadi, pas ngejawab kertas ulangan, kita dapat menuliskan maksud jawaban kita di kertas ulangan, jadi ketika dikoreksi dosen, beliau mengerti, kita bukan tidak berusaha, namun telah mencoba untuk menjawab ujian dengan sebaik mungkin. Nantinya nilai yang keluar pasti seolah-olah keberuntungan, padahal itu semua berasal dari sikap dan pola pikir kita saat harus menghadapinya. Ya gak?

Hummmm, ngomongin soal quotesnya si Caledon Hockley itu, saya jadi ingat sifat ambisius dan oportunisnya yang oke. Sifat yang menyebabkan dia bisa terus beruntung dalam kehidupannya, namun tentu saja tidak selalu. Contohnya nih, dia pengen hidup dan gak mau jadi korban yang tenggelam bareng kapal Titanic, jadi dia berusaha menguasai satu perahu dan terserahlah orang lain mo ngapain, yang penting dia dah selamat duluan. Well, dia memperjuangkan hidupnya karena dia gak mau mati dalam keadaan yang gak dia harapkan. Mungkin masyarakat luas bakal menganggap Hockley yang selamat dari peristiwa tersebut beruntung, namun sebenarnya tindakannyalah yang mendatangkan keberuntungan tersebut. Ya kan? Hehe

Okey, sekarang musin ujian akhir semester, seminggu lagi libur pergantian tahun ajaran, dan saya harus pulang ke rumah, gak mau tau alasannya apa.

Have a lucky test and make your own luck !

😀

Menyalurkan Keinginan Menulis

2 thoughts on “Menyalurkan Keinginan Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s