Take Me Out Indonesia dan Chocky Sitohang

Kalo saya sedang suntuk berada di kamar, biasanya saya membawa buku2 dan peralatan mengerjakan PR lainnya ke ruang makan, dan menyalakan televisi. Acara yang saya dengarkan (yoa, tidak saya tonton karena hanya untuk menemani saya belajar) biasanya adalah TMO (baca: Take Me Out Indonesia) yang dibawakan oleh Chocky Sitohang.

Tapi gara2 sekarang pembawa acaranya ganti, saya otomatis malas mendengarkannya. Akhirnya saya ganti dengan acara lain, atau kalau memang semua acaranya buruk rupa, saya kecilkan volumenya dan tidak menatap layar televisi sama sekali.

Well, hal yang menarik dari seorang pembawa acara Chocky Sitohang, menurut saya, adalah ucapan yang ia tuturkan. Dia mampu membawakan suatu teguran menjadi ucapan yang positif dan tidak menyinggung hati yang ditegur. Malah (mungkin) membuat yang ditegur mikir ,”Benar juga ya.”

Kemudian pembawaannya yang tenang dan lucu, itu melengkapi cara dia membawakan suatu acara.

Haaaa..dan karena Take Me Out sudah tidak dibawakan oleh Chocky lagi, sepertinya saya tidak akan menonton acara itu lagi.

Hmmmm,kalau semua orang bisa berbicara hal-hal yang positif dan optimis, sepertinya tidak ada ya pertikaian antar umat beragama, tidak ada pertikaian antar pendukung klub sepakbola dan tidak ada yang namanya ospek.

Ngomong-ngomong tentang ospek, di kampus saya sudah banyak himpunan yang melantik anggota barunya. Contohnya adalah : HMS (Sipil), HMTL (Tek Lingkungan), MTM (Material), HIMAFI (Fisika), dan beberapa himpunan lainnya.

Himpunan saya (atau dikenal sebagai HMM = Himpunan Mahasiswa Mesin) kapan ya?? Jawabannya : Ada deeeehhh. Hahahaha.

Well, jujur aja, menurut saya, kegiatan ospek itu menarik. Jauh lebih menarik daripada menjadi panitia ospeknya. Karena kalo diospek itu, ada rasa penasaran tiap kali saya datang ke acaranya. Pikiran saya ,”Wah, mo ngapain lagi ya hari ini?”

Saat dilantik, ada rasa lelah dan bangga (bangga??? Hmmm….) karena akhirnya boleh juga mengenakan identitas himpunan. Namun ternyata, mengenakan identitas himpunan itu sama dengan menambahkan beban SKS. Sayangnya, SKS himpunan ini tidak ditambahkan di kartu studi mahasiswa. Kalo SKS HMM ditambahkan, saya yakin, Pa Pri (dosen wali saya) tidak akan meng-acc, soalnya total SKS semester ini kemungkinan menjadi 35 SKS. 😛

Meski menjadi mahasiswa di jurusan saya itu tidak mudah, namun begitulah resikonya. Seringkali mahasiswa mengeluhkan ini itu, namun hal berat itu dijadikan bahan bercandaan yang malah membuat orang2 di sekitarnya tertawa dan menganggap hal tersebut tidak terlalu berat.

Ada ucapan positif di akun twitter ketua angkatan saya : “Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. -Anonim-

Oke sekian dulu tulisan saya pagi ini. Siap2 berangkat ke kampus untuk menikmati jam2 kuliah dan presentasi tugas desain elemen mesin (kalo kata teman saya dari jurusan lain :”Buset, dah TA aja lo”).

Have a nice day and enjoy our time 😀

Take Me Out Indonesia dan Chocky Sitohang

2 thoughts on “Take Me Out Indonesia dan Chocky Sitohang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s