Meng-LO-in Nenek-nenek Strong :D

(Ket foto : saya yang megang bendera, berdiri di tengah, pokoknya yang paling cantik 😉 )

Akhirnya, tiba juga di kepengurusan wisuda terkahir angkatan saya, angkatan 2008 HMM.

Saya kembali bertugas sebagai LO. Saya tidak tahu apa itu kepanjangan LO, tapi yang jelas, tuga LO adalah mendampingi wisudawan dan keluarganya selama menjalani acara terakhir bersama himpunan saat merayakan kelulusan para wisudawan.

Saya mendampingi wisudawan yang merupakan angkatan palin tua di bulan Oktober ini. Kalau dia dan beberapa kawan seangkatannya tidak lulus bulan ini, gelar Sarjana Teknik tidak akan tercantum di balakang namanya. Sebut saja namanya Mas Aa.

Oke, to da point.

Wisudawan saya membawa keluarga sejumlah 13 orang. Yoa, saya shock berat waktu mengetahuinya. Namun ternyata, tidak seburuk yang saya bayangkan.

Mas Aa membawa ayah-ibu, kakek-nenek, 3 orang adiknya, 3 tantenya, 2 omnya, dan seorang pembantu keluarganya. Ramai? Yoi.

Awalnya saya tidak tahu Mas Aa membawa siapa saja di acara wiudaannya, yang jelas dia bilang ayahnya bakal bawa rombongan sebanyak 3 mobil dari Purwokerto. Uwow banget waktu saya tau itu. Saya ga bisa bayangin jadi tour guide rombongan yang masuk ke 3 mobil tersebut. namun di hari H, Mas Aa bilang keluarganya cuman dua mobil. Ngek. Sama aja atuh,Maaaas. Hahaha.

Menjadi LO itu harus tepat waktu, jangan sampai wisudawan datang duluan tapi kita belum bangun tidur. Wisudawan saya yg penuh semangat ini sudah di Sabuga pukul 6 pagi. Artinya, saya harus berangkat dari kosan jam 6 kurang seperempat. Pas saja, saya sampai di Sabuga, dia sudah datang bersama ayah-ibunya, dan keluarganya yang katanya ada di 2 mobil, akan segera menyusul. (Pagi itu saya berharap, semoga datengnya pas arak-arakan aja sekitar pukul 2 siang. hehe)

Pukul setengah 9 pagi, adik Mas Aa yang anak Unpad dan satu tahun di bawah saya, menelepon. Mengabarkan bahwa mereka sudah berada di gerbang depan kampus. Langsung saja saya samperin.

Nah, setelah berkenalan, ternyata ada kakek-neneknya Mas Aa, dan saya yakin usianya sudah tidak muda lagi (ya iyalaaah), dan ada 3 tante-tantenya yang gaul, dan ternyata salah satu tantenya adalah teman SMP-nya dosen saya (Ya Tuhan, dunia sempit sekali ya).

Kamudian  tantenya bilang,”Kita ke Sabuga yuk.”

Saya mikir, lalu saya jawab,”Oh, boleh aja. Tapi jalannya naik-turun. Ntar Mbah gimana?”

Si Mbah menanggapi dengan semangat,”Oh, justru itu yang dicari.”

*Jeng-jeng* Mantap. Seru kalo begini. Haha.

Dan saat perjalanan menuju sabuga, naik-turun tangga, menanjak dan menuruni jalanan, Mbahnya Mas Aa bilang,”Dulu saya pernah mendaki gunung lho (menyebutkan salah satu gunung di Tasikmalaya).”  Batin saya :Wooooowww. Mbah strong pisan.

Tiba di sabuga, kami duduk di trotoar, menunggu acara penobatan gelar sarjana selesai. Sambil menunggu, keluarga Mas Aa membeli beberapa souvenir dan membawa makanan mereka, lalu membaginya dengan saya. Hehe.

Sekitar pukul setengah 12, acara di dalam Sabuga selesai. Ayah Mas Aa keluar, lalu bertanya kepada teman saya, Ahong (fyi, Ahong adalah ketua Keluarga Mahasiswa Mesin Jawa Barat), yang bunyinya kira2 begini,” Sekarang kita kemana ni?”

Ahong menjawab,”Ke kampus Pak, ke gedung mesin. Bapak mau naik mobil atau jalan kaki?”

Sang bapak menjawab dengan senang hati,”Jalan kaki dong. Selama bisa jalan ini.”

Ahong pun menanggapi dengan senyum kecil,”Biar sehat ya Pak.”

Bapak Mas Aa menjawab dengan tertawa terkekeh,”Iya dong.”

Bapak Mas Aa pun berjalan menuju kampus bersama anaknya yang mahasiswa Unpad dan ke-3 Tante Mas Aa yang tetap seperti wanita2 muda. Penuh semangat dan ga kenal lelah. Salut uy.

Semua berjalan lancar dan baik2 saja. Kegiatan wisuda yang cukup lancar menurut saya, meski di sekitar jam 2 siang Mas Aa menelepon saya, trus ngomong,”Din, adik saya sekarang di gedung mesin ya? Dia kan harusnya sekarang mendokumentasikan saya, ngambil gambar2 saya. Kok dia malah di sana sih? Gini aja, kalo dia gak mau ke sini, titipin aja kameranya ama temen kamu, trus kasi ke saya. Dia emang keras kepala, makanya begini. Kameranya kan dibawa untuk ngambil gambar2 saya. Oke,Din?

Saya iya-in aja, trus dalam hati saya batin: Narsis pisan. Haha

Semuanya berjalan lancar, jauh lebih terorganisir dibanding kegiatan wisuda yang pernah kami lakukan di bulan2 sebelumnya. Namun sayangnya, cuaca tidak mendukung acara gembira ini. Di tengah acara arak2an, hujan turun dengan derasnya. Meski begitu, angkatan kami sebagai panitia, tetap derap keliling kampus, menyanyikan lagu2 himpunan, dan meneriakkan Yellboys tiap melewati himpunan-himpunan lain.

Teman2 cowok saya yang sudah membotaki rambut mereka dan mencat penuh wajah mereka, kehujanan cukup parah. Tidak ada ponco, apalagi payung untuk panitia. Payung disediakan untuk wisudawan saja, orang2 yg punya hajat.

Telanjur basah, saya ikutan aja keliling kampus.

Hujan deras berlangsung cukup lama, dan bersyukur,tidak ada petir dan kilat saat itu. Hmmmmm. Basah kuyup dan kedinginan.

Acara wisuda selesai, ternyata angkatan kami masih harus menyiapkan kaderisasi untuk malam hari.

Lelah sekali, saya akui.

Dan segalanya berlangsung di minggu2 yang hectic ujian dan tugas.

Well, but all of this stuff is still fun.

Cheers 😉

Meng-LO-in Nenek-nenek Strong :D

7 thoughts on “Meng-LO-in Nenek-nenek Strong :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s