Menulis

Dari dulu saya suka sekali menulis.

Entah sejak kapan saya suka menulis. Yang saya ingat, saya suka menulis kegiatan2 saya di selembar kertas, lama2 terkumpul menjadi sebuah binder. Itu sekitar kelas 3 SMP, dan bindernya masih tersimpan rapi oleh saya.

Di masa SMA, saya juga masih saja suka menulis. Hampir setiap kegiatan yang berkesan atau pun menjengkelkan, saya tuliskan di buku tulis tipis. Ternyata cepat sekali sebuah buku tulis habis, dan akhirnya selalu saya tambah buku baru. Lama-lama, tumpukan buku tersebut malah setebal novel yang biasa saya baca. Itu untuk 3 tahun di SMA, dengan frekuensi menulis yang tidak tiap hari, namun ternyata tumpukan pengalaman tersebut berhasil membuat sebuah buku cerita bagi saya. Buku yang bisa saya baca untuk mengenang kejadian2 konyol saya di masa SMA.

Oh ya, ini saya sisipkan sebuah foto di masa SMA. Liat kertas putih yg saya bawa? Foto ini diambil saat kami, para siswa kelas 3, akan ujian Biologi esok harinya, tapi di hari sebelumnya harus menghadiri Wisuda Jurit di Akademi Militer (Akmil).

Hmmmm…salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah saat menjadi seorang protokoler kedatangan Ustad Jeffry Al Bukhori ke kampus saya di Magelang. Buat informasi, SMA saya cukup formal dalam hal menyambut tamu dari luar, meski acaranya ‘hanya’ sekadar memberi cerita2 inspiratif untuk bertukar pikiran, namun tetap saja, kami sebagai siswa (saat itu) harus berpakaian PDPM (Pakaian Dinas Pesiar Malam), duduk rapi di kursi sejak selesai makan malam, dan menunggu sang tamu datang di dalam Balairung Pancasila. Dan saat itu, saya menjadi MC (Master of Ceremony) formal untuk menyambut Ustad UJ. (fyi : MC formal = protokoler, istilah yg biasa digunakan saat saya SMA).

Balik lagi ke kebiasaan menulis.

Hingga saat ini, saya masih saja suka menulis. Salah satu tempat menyalurkan kebiasaan menulis saya adalah di blog ini. Blog lainnya ada di tumblr dengan alamat : ayudia.tumblr.com. Isinya relatif sama, namun di tumblr lebih banyak saya sisipkan foto2 favorit saya dibandingkan blog di wordpress ini.

Selain di dunia maya, saya juga masih suka menulis di lembaran2 kertas secara manual.

Bagi kamu yang kesal, sebal, senang, namun belum tahu ingin bercerita kepada siapa, cobalah untuk menulis.

Menulis itu menyenangkan, dan biarkan semuanya mengalir apa adanya. Tidak ada yang perlu dikuatirkan selama kamu menyimpan tulisan itu untuk pribadi.

Oke, saya akan segera kembali ke kehidupan nyata, menghadapi berbagai tantangan yang harus saya hadapi.

NB : Musim hujan dengan kegiatan yang super padat, tetap jaga kesehatan baik2 ya, readers! ๐Ÿ˜‰

Menulis

4 thoughts on “Menulis

  1. Setuju bangeettt!!
    Kalo habis nulis itu lega banget kayak habis bok*r deh! ๐Ÿ˜€

    Terhanyut di dunia sendiri dan mengalir begitu saja.

    Shelly harap suatu hari nanti Dini bisa jadi penulis. I will Buy your book! really! ๐Ÿ™‚
    *Ah, jadi terinspirasi untuk nulis buku real life tentang nikah muda.. ๐Ÿ˜€

    What do you think, din? ekekekekeke…

    Keep your best, Din. I know you’re amazing! Just the way you are… ๐Ÿ™‚

    I’m your fans! ๐Ÿ˜€

    xoxoxo

    1. dini ayudia says:

      Hahaha. Thanks Shelly dah mampir ๐Ÿ™‚

      Hhaa..belum sekelas penulis novel juga si shel..tapi Aminnn, Insya Allah kalo agak berkualitas semoga bisa dijadikan bahan bacaan bermanfaat. Haha

      Eh, bagus juga tuh Shel. Sharing pengalaman ke anak2 muda jaman sekarang.

      Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s