Kampung :P

Tiap kali berkenalan dengan orang baru, pasti pertanyaan umum yang seringkali dipertanyakan adalah : “Asal kamu darimana, Din?

Nah, ini saya bingung jawabnya. Rumah di Kalimantan, kampung di Sumatra, sekolah di Jawa.

Semua orang pasti bengong kalu saya bilang gitu, dan pasti bakal nanya lagi : “Jadi kamu sebenarnya darimana?” Hahahaha.

Ya, kampung saya itu di Sumatra Barat, jauh ya? Saya jarang pulang kampung. Soalnya, kalau musim liburan, tiket sulit didapat, dan harganya luaaaaaaaaaaarrrrrr biasa muahaaaaalll. Hehe. Tapi alhamdulillah, libur lebaran kemarin kami sekeluarga sempat pulang kampung dan mengunjungi keluarga besar di desa. Uhuy. 😉

Well, ini ada beberapa foto yang bakal bercerita banyak hal dibanding sekadar tulisan. Let’s see..

Ket foto : Sawah yang terbentang luas, terlihat dari jendela rumah gadang nenek di Batusangkar,Sumbar 😉

Bagus ya pemandangannya? Udaranya juga sejuk, segar sekali. Btw, banyak sekali anjing di sini. Saya tidak tau, anjing peliharaan atau anjing liar, tapi anjingnya jinak2. Pernah saat itu ada yang mengendarai motor di malam hari dan menyerempat seekor anjing. Dan untung saja anjingnya tak apa2. Si anjing bahkan tidak menggonggong atau marah. Hanya menepi mencari jalan lain. (Hmmm, ikhlas sekali ya? Hewan saja bisa seikhlas itu, dan sepertinya saya masih harus banyak belajar mengenai ikhlas dari makhluk2 di sekitar saya)

 

Ket foto : lukisan2 yang kereeeeeeennn banget banget banget. Dijual ama pelukis2 di sekitar Jam Gadang, Bukitinggi, Sumbar. Lukisannya ada yang dibuat langsung di tempat mereka berjualan lho. Keren ya??

Saat itu sang pelukis yang berjualan sedang mencairkan warna2 yang dia butuhkan untuk melukis. Sayang saya tidak sempat mengabadikannya. Lukisannya bagus2 sekali. Saya suka mengamati gambar, bahkan lukisan. Saat saya melihat sebuah lukisan yang menggambarkan sawah, gunung, dan ada rumah di salah satu sisinya, akan muncul berbagai pertanyaan dalam kepala saya : itu rumah siapa ya? Orangnya kerja apa? Apakah rumah itu kosong? Apakah orang2 yang dilukis dalam lukisan ini masih hidup?

Menarik sekali 😉 Dan lukisan tentu saja tidak akan menjawab semua pertanyaan di pikiran saya, dan ujung-ujungnya, saya menafsirkan sebuah cerita dari suatu lukisan yang indah, dan hanya saya yang tahu. Hehehehe.

 

Ket foto : Salah satu lapau nasi kapau di pasar Bukittinggi. Kami sekeluarga datang saat masih pagi, jadi belum banyak lapau nasi yang buka. Hati2 buat yang punya penyakit jantung, kolestrol, asam urat, atau semacamnya. Selain enak dan spicy, kolestrolnya tinggi sekali.

Kalau ke Bukittinggi, saya paling senang berkunjung ke pasar. Buat informasi, di Bukitinggi tidak ada Mall-mall seperti di Jakarta atau Bandung. Ga ada yang namanya Starbuck’s Coffee, ga ada yang namanya McD. Yang ada ya pasar yang berjualan berbagai baju, kerajinan tangan, dan bertaburan warung2 nasi yang menjual berbagai makanan khas Sumatra Barat. Jadi jangan heran, kalau anak mudanya janjian ketemu temen2nya di jalanan di tengah pasar di samping pedagang ikan asin. Hehe. Jadi tempat gaulnya di Bukitinggi tuh di pasar karena emang gak ada mall.

Ngomong-ngomong tentang tempat makan,ada salah satu tempat makan yang merupakan langganan papa saya. Namanya adalah Soto Bang Karto. Di sini mereka menjual soto padang yang (katanya) buatan alm. Bang Karto. Sotonya enak sekali. Ada taburan potongan rendang dan krupuk bewarna merah. Ditambah bihun putih dan dedaunan seledri serta bawang, lalu disiram kuah panas. Enak sekali,lho. Sayangnya saya tidak ada fotonya. Makanan yang layak dicoba kalau bermain-main ke Pasar Atas Bukittinggi (Oh ya, kalo bahasa minang, ngomong sesuatu yang berakhiran -ah itu jadi -eh . Jadi kalo ngomong Pasar Atas, orang sana nyebutnya : Pasa Ateh. Hehe)


Ket foto : Kalau ini ikan goreng balado yang disajikan saat ada acara selamatan di rumah gadang nenek. *ngiler*

Ini salah satu menu favorit saya. Makanan ini merupakan salah satu sajian yang biasa dihidangkan di rumah saya. Biasanya mama masak segala sesuatu itu selalu ada sambalnya. Tempe goreng dikasi sambal, tahu goreng dikasi sambal, atau terung dikasi sambal. Saya suka sekali sambal buatan mama karena cuku cabe merah plus bawang merah plus bawang putih plus garam.

Saat saya di Bandung, saya agak bingung ama sambal buatan mbak kosan saya. Soalnya sambelnya manis, ga ada pedas2nya. Hahaha.

 


Ket foto : Kue pandang yang aromanya enak banget, rasanya legit dan lembut. Saya ambil beberapa buah sehabis perayaan di rumah gadang nenek untuk dimakan bareng dalam perjalan Batusangkar-Sawahlunto-Padang.

Ini salah satu kue yang dihidangkan di acara selamatan di Batusangkar. Sebenarnya banyak sekali kue2 yang tidak habis selama acara, namun karena kami sekeluarga bukan tukang makan kue, jadi kami hanya membawa beberapa kue yang kami suka atau yang ingin kami oleh2kan kepada keluarga di kota.

Jadi,kalau bingung mau jalan2 kemana, ada baiknya membuat kampung saya sebagai salah satu tujuan wisata. Kalau sedang jalan2 di pasar, seringkali saya berpapasan dengan turis-turis asing. Entah yang berambut pirang, atau yang masih sesama orang Asia, tapi bukan Indonesia.

Kadang terpikir oleh saya, keren juga ya. Sayangnya, kebersihannya kurang diperhatikan oleh warganya. Kalau ada lowongan kerja sebagai Mentri Kebersihan, kayaknya saya bakal daftar deh. Soalnya saya paling benci orang yang jorok, apalagi lingkungan yang kotor dan tidak terawat.

Well, sekian dulu cerita2 saya.

See you at the next page 😉

 

Kampung :P

4 thoughts on “Kampung :P

    1. dini ayudia says:

      Hahaha.

      Oke,boleh2, kalo saya pulang kampung lagi yaa. Hehe.
      Itu ikannya ga pedes kok,ray.. Gurih deh.
      Cuman penampakannya aja serem. ;P

  1. dinii..
    yang goreng ikan, tahu tempe dibaladoin..sama banget kadang kalo di kosan suka kangen masakan mamah yang bginii..
    >,<
    di bandung manis-manis..kalo pedes pasti pake terasi..
    pasa ateh soto bang karto? blom pnh coba..sblah mananya din?

    btw nice post..

    1. dini ayudia says:

      Halo Gendys 😀
      Makanan mama emang ga ada duanya

      Sebelah mananya pasa ateh ya..
      Saya juga lupa2 ingat. Terkahir kali makan di sana kayaknya pas masi SMP.
      Pokoknya nama lapaknya ‘Soto Bang Karto’.
      Mantaplah sotonya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s