Jam Karet

Hal yang paling saya benci di dunia adalah menunggu.

Menunggu sesuatu yang seharusnya sudah terjadi di beberapa waktu yang lalu, namun tertunda akibat ulah orang yang seringkali menganggap waktu bisa diumpamakan bagai karet.

Mungkin itulah salah satu budaya orang Indonesia : Jam Karet

Sayangnya saya tidak punya budaya jam karet, apakah itu berarti saya bukan orang Indonesia? (Hmmmmmm..let’s think!)

Tulisan ini saya buat setelah berkali-kali mengalami hal2 yang tidak menyenangkan akibat jam karet.

Pertama, dimulai dari kegatan yang sangat penting : kegiatan akademis.

Saya satu kelompok dengan 8 orang teman di beberapa praktikum yang diadakan semester ini. Dari 8 orang itu, ada 1 orang yang luar biasa leletnya saat harus mengumpulkan laporan. Bayangkan, janji ketemu pkl setengah 11, orang ini baru datang pkl 2 siang. Hey, what do you thing,Bro? Apakah waktu saya (dan beberapa orang yang lain) hanya untuk menunggu kamu seorang? Tolonglah, hargai waktu orang lain.

Kedua, kegiatan yang mungkin hanya kegiatan sampingan : kegiatan himpunan.

Banyak sekali kegiatan himpunan yang saya alami, mulai dari yang seru sampai yang tidak seru sama sekali. Contoh kegiatan yang tidak seru sama sekali menurut saya adalah : hearing. Apakah hearing itu? Well, gampangnya, hearing adalah kegiatan presentasi yang dilakukan oleh suatu kelompok untuk memperkenalkan kegiatan2 yang akan dilakukan kepada khalayak luas.

Nah, saya paling benci kalau waktu yang ditulis di pengumuman adalah pukul 7 malam, ternyata baru mulai pukul 10 malam. Bayangkan, mundur 3 jam. TIGA JAM.

Ada lagi pengalaman yang tidak menyenangkan bersama hearing. Saat itu pengumuman hearing diadakan pukul 7 malam. Artinya, saya harus berangkat dari kosan pukul setengah tujuh, dan artinya harus mandi pukul 6 sore agar tidak datang terlambat sehingga menyusahkan kawan2 panitia hearing.

Seperti biasa, saya datang on time, dan kegiatan belum juga berlangsung hingga pukul 8 malam. Kemudian seorang teman saya beres-beres, mengenakan sepatu dan tasnya, seolah2 akan berangkat pulang. Saya heran, jadi saya tanya,”Lho, mau kemana?”

“Pulang,” jawab teman saya.

“Kok pulang? Kan ada hearing?” tanya saya lagi sambil keheranan.

“Kan hearing-nya batal,” ujar teman saya itu dengan santainya.

Saat itu, saya shock berat (gak berat2 amat sih. Tapi shock-lah pada intinya), dan pulang dengan kondisi ingin menghajar orang satu per satu). Masalahnya, saya sudah meluangkan waktu saya dengan datang on time sehingga saya bisa pulang cepat untuk mengerjakan tugas2 saya, tapi ujung2nya, acara dibatalkan tanpa adanya permohonan maaf, bahkan pemberitahuan formal yang benar. Adanya saya bertanya dulu dengan orang yang akan pulang, dan saya segera tahu acara tidak ada. (Pengumuman formal acara dibatalkan diberitahukan sekitar 30 menit kemudian).

Malam itu, saya tuliskan di milis angkatan : “Mohon hargai waktu orang lain ya, fren2 2008”

Banyak sekali yang berkomentar, dan salah satunya komentar teman saya berbunyi : “Sabar din,aing (baca : saya) sebagai penganut teori bahwa segala hal itu pasti ada untung ruginya jadi y bawa santai aja hahaha.

Yeah, ucapan teman saya itu benar. Segala sesuatu itu ada untung, ada rugi. Namun, sayangnya, segala sesuatu yang mengorbankan waktu penting dan hanya diisi dengan menunggu artinya : RUGI besar-besaran, dan keuntungannya tidak ada.

Hey orang Indonesia, mohon Β lah, hargai waktu karena satu detik waktu akan sangat berarti, saat kalian sadar kalian telah menyia-nyiakannya.

Jam Karet

8 thoughts on “Jam Karet

  1. hahahhaha.
    Santai din… Aku dulu juga enek sama yang namanya hearing, tapi sejak awal semester acara itu aku jadiin kumpul n maen bareng sama anak2 seangkatan. Kapan lagi bisa “dipaksa” kumpul lengkap selain hearing coba?hehhe
    Jadiin enjoy ajalah.

    Klo yang jam karet, kata mas2 yang udah kerja, klo punya temen yang ngaret, kamu harus nglatih softkill gimana caranya kamu bisa mempengaruhi temenmu itu ga ngaret. Ntar kamu dapet banyak pelajaran dari softkill itu. Klo dikelompoku sendiri, yang ngaret selalu di”bully” habis2an biar ga diulangi lagi.hahhahaha

    1. dini ayudia says:

      Makasi sus dah mampir πŸ™‚

      Haha.

      Santai sih santai sus.. justru karena terlalu dibawa santai, jadi banyak orang yg ga aware ama kepentingan orang lain.

      Trus mengenai cara mempengaruhi orang ber-jam karet, aku mikirnya seperti berusaha menghilangkan budaya makan nasi orang Indonesia dengan menggantinya pake spageti orang Italia. (Soalnya dah jadi budaya. Hmmmmm….)

      Nge-‘bully’ anggota kelompok yang ngaret? Gak ngaruh! Hahahahaha.

  2. Terkadang idealitia yang kita punya jika dibenturkan dengan realita hasilnya yang muncul cuma pesimistis. Hal ini sering gw alamin din..termasuk saat jadi ketua kader.
    Tetap semangat ya!
    Ubah apa yang bisa kita ubah, jika tidak bisa setidaknya kita bisa menasehati dan tidak melakukan hal yang sama.

    2 thumbs up buat blognya! Keren!

  3. hahahaha,orang yang ontime justru malah dianggap aneh di indonesia.bahkan sering jadi korban perasaan jengkel sama orang2 yang suka ngaret.saya klo janjian mau ketemuan ma pacar, langsung saya tinggal pulang klo dah 10 menit ga dateng2.biar bagi2 sama jengkel, dia pasti juga jengkel karena sudah bersolek abis2an ga jadi jalan, haaaahahaha

    1. dini ayudia says:

      Thanx for visiting my page, Dealer Pulsa πŸ™‚

      Sama, saya juga menerapkan prinsip begitu akhirnya ama orang2 yg janjian ma saya tapi ga bisa on time. Saya tinggal aja deh. Waktu terlalu berharga apabila hanya digunakan untuk menunggu hal yg sia2. πŸ˜‰

  4. Lourdez says:

    Aku kuliah di tempat yg cukup ok, tpi sayangnya disitu juga ada org2 yg kubilang ga berkualitas. Kuliah jam 10, brngkt dari kos jam 10. Mereka adalah anak2 ber ip 4. Kaget kan??
    Sedangkan, krn ipku ga sebagus mereka ( walopun ipku sekitar 3,5an). Tapi mereka secara ga langsung menghina aku krn aku dtg setengah jam dri on time tpi nilainya ga bagus. TRAGIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s