Bermimpi

Bermimpi itu baik sekali (kata orangtua sih gitu).

Bahkan ada pepatah klasik bilang gini : “gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di angkasa”

U yeah banget ya rangkaian kata2 di atas? Hmmmm…

Namun kenyataannya, dalam kehidupan sebenarnya, mengucapkan itu jauh lebih mudah dibandingkan harus melaksanakannya. Simply is like this.. Semua orang tahu kalo mo dapet nilai IP (baca : Indeks Prestasi. Digunakan untuk menyatakan nilai akhir seorang mahasiswa, biasanya range IP adalah 0 sampai 4) yang bagus, dia harus belajar yang giat, mengerjakan PR, latihan soal, dan segala kegiatan mahasiswa yang ideal lainnya.

Bahkan banyak mahasiswa yang di awal semester berkoar2 begini (mungkin saya salah satunya?? entahlah) : “pokoknya semester depan harus semangat belajar, harus belajar bareng biar bagus nilai2nya, pokoknya harus mencatat segala omongan dosen, mengerjakan ujian dengan serius, ga banyak main, dan bla bla bla…

Wew. Semua terdengar baik dan berakhlak mulia. Namun saat semester itu dimasuki, ya Tuhan, kenapa mata ini sulit diajak kompromi hanya untuk melihat dosen di depan kelas? (Ada yg pernah mengalami hal serupa? Sedikit pengalaman pribadi. Hehe)

Yeah, cerita pendek di atas hanya gambaran bahwa sebenarnya aplikasi dari kata2 untuk kehidupan sebenarnya tidaklah mudah. Butuh niat dan ketekunan. Dan jujur aja, niat dan ketekunan itu adalah dua hal yang amat sangat sulit dipertahankan. Sulit, saya akui. Namun sulit bukan berarti tidak bisa kan?

Oke, ngomong2 tentang mimpi, saya tiba2 teringat mimpi saya di masa lalu, dulu sekali, sekitar tahun 2001-2002 (saat duduk di bangku kelas 6 SD) setelah melihat gambar berikut :

Sumber gambar : letsdolaunch.tumblr.com

Ya, dulu saya sempat bercita2 sebagai astronot saat saya mendengarkan penjelasan guru IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) saya, Pak Nugroho, mengenai planet, bintang, meteor, dan benda2 di angkasa lainnya. Menurut saya itu menarik sekali. Apalagi jika saya bisa bekerja di NASA dan jalan2 ke luar angkasa. Tanpa adanya gaya gravitasi, saya bisa ‘terbang’ di dalam kabin pesawat saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sayangnya karena tragedi Columbia, pesawat ulang-alik NASA, pada 13 November 2002, saya mengurungkan niat saya jalan2 ke ruang angkasa). Lalu saya memperkecil mimpi saya sekadar sebagai pekerja di NASA. Haha. Tapi sekarang sudah tidak setertarik dulu.

Sekarang saya lebih menyukai dunia perancangan (dan harap dicatat, bukan perancangan yang berbau mechanical meski sekarang saya belajar di bidang ini) yang berhubungan dengan perancangan ruangan, fotografi, tata letak, dan segala sesuatu yang berbau seni. Entahlah. Saya merasa dunia perancangan itu menarik sekali. Segala sesuatu di bidang tersebut dikerjakan dengan niat dan mood yang baik. Hhaaaa. Salah jurusan? I don’t know.

Dari dulu saya ga kepikiran mo kuliah di jurusan yang sekarang. Bener2 ga kebayang bekerja dengan oli dan mesin2 perkakas besar di Lab Teknik Produksi atau Lab Logam atau Lab Motor Bakar. Saya juga ga pernah kebayang megang gerinda tangan dan membuat chamfer di benda kerja dengan tangan saya sendiri. Saya ga pernah kebayang menahan benda kerja dengan tangan telanjang berjarak sekitar 1 cm dari gerinda bangku. Dan saya memutuskan masuk ke sini hanya karena keputusan orang lain. Ya, keputusan orang lain, bukan keputusan saya. Padahal yang punya mimpi itu saya, bukan orang lain. Yang jadi pengendara di pesawat kehidupan pribadi saya itu adalah saya sendiri, bukan orang lain. Yang tahu bahwa saya menikmati penerbangan itu adalah saya sendiri, bukan orang lain.

You got the point? I think so.

Dan hingga saat ini, mimpi saya tetap banyak. Mungkin lebih banyak dibandingkan jaman dulu. Terlalu banyak, dan mungkin postingan ini bisa jadi buku novel kalau saya ceritakan satu-satu.

Jadi teringat lagi mimpi saya di masa Taman Kanak-kanak (disingkat : TK). Dulu kalo ditanya papa ,“Dini mau jadi apa?”

Saya jawab (jawaban klasik) ,“Jadi dokter”. Trus besoknya ditanya lagi pertanyaan yang sama, saya jawab,“Jadi polwan.” Trus besoknya lagi ditanya pertanyaan yang sama, saya jawab,“Jadi balerina.” (Sumpah saya dulu ga tau balerina itu apaan, cuman pernah liat iklan susu atao iklan produk apa gitu di tivi, trus si bocah cewek bilang dia mo jadi balerina, saya kepikiran juga pengen jadi balerina. Saya pikir balerina adalah suatu kata yang bagus dan sepertinya pekerjaan yang menarik. Haha).

Trus semakin kemari, pemikiran saya semakin spesifik, dan saya sadari bahwa pekerjaan itu bukanlah sesuatu yang asal sebut dan asal laksanakan saja. Pekerjaan itu harus dinikmati. Karena pekerjaan itu harus memenuhi 2  dari 3 aspek (kata dosen getaran saya), yaitu : 1.Kamu enjoy 2. Masa depan baik 3. Pendapatan lumayan. Kalo dua dari tiga tersebut tidak terpenuhi, tinggalkan saja. Hmmmmm…saya coba praktekan ya,Pak. 😉

Well,kesimpulan sederhananya, nikmatilah hidup kita, dan atur arahnya.

Because we are the driver, not the passenger in our own plane.

Bermimpi

6 thoughts on “Bermimpi

  1. i’ve been there done that. time to run my way on my way.
    eh tapi serius, masuk mesin itu pilihan orang?
    kejam banget masak cewek disuruh masuk mesin megang gerinda. *daku aja belom pernah* hahaha

    1. dini ayudia says:

      wkwkwkwkwk.

      Ga seseram yg kamu bayangkan kok ray, tapi lebih seram lagi -_____-”
      (soalnya kalo meleset dikit, ucapkan selamat tinggal kepada jari2mu tercintah).

      *postingan ini berisi pemikiran mahasiswa galau menjelang ujian* hehehehe

    1. dini ayudia says:

      Hahah.
      Saya rasa mereka saling bersangkut-paut satu sama lain.
      Dari realita, orang dapat bermimpi. Dari mimpi, orang dapat menyusun teori. Dari teori tsb, nantinya akan menjadi pilihan, ingin dilaksanakan atau sekadar kenangan duniawi.

      Thanx for visiting my page, ‘Rahasia’ 😉

    1. dini ayudia says:

      Halo sat 🙂
      Terpaksa sih nggak juga, mungkin lebih tepatnya ‘berusaha beradaptasi’ dengan hal2 baru dan asing.
      Thanx yah sat dah nyempetin baca 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s