Antara Teori dan Realita

Jumat sore yang sebenarnya ingin saya isi dengan renang di Sabuga, tapi ga jadi karena ide ini muncul terlalu sore. Ya sudahlah, semoga Jumat depan bisa.

Btw, entah mengapa, tiba2 siang ini saya teringat sesuatu di masa SD saya, kalo ga salah waktu saya duduk di kelas 2 SD.

Pernah ada pertanyaan seperti ini :

Tempat angkutan kota menaik-turunkan penumpang adalah…

a. Trotoar

b. Halte

c. Zebra Cross

d. Pinggir jalan

Waktu itu, sebelum ujian, ibu guru saya mengatakan bahwa tempat angkot menaik-turunkan penumpang adalah di halte. Namun, sebenarnya di dalam hati, saya bingung. Si ibu guru ga pernah naik angkot ya? Jelas2 angkot2 di Indonesia , terutama di Bandung, menaik-turunkan penumpang di pinggir jalan, sukur2 kalo ada trotoar, jadinya diturunkan di trotoar.

Tapi karena saya saat itu pemalu dan berpikir bahwa si ibu guru lupa, ya sudah saya biarkan saja teori si ibu, dan ternyata pertanyaan yang menyerupai ucapan ibu tsb muncul di ulangan harian saya.

Saat ujian, saya dilema. Bingung mau pilih jawaban yang mana.

Saya ingin pilih ‘halte’ sesuai dengan teori si ibu, namun saya tidak melihat realitanya, dan saya tidak suka kalo saya harus menjawab yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Akhirnya saya pilih ‘pinggir jalan’ karena sehari2 saya melihat hal tsb dilakukan oleh mang2 angkot.

Kemudian hasil ujian dibagikan. Dan ternyata jawaban saya salah. Meski begitu, saya tidak terima jawaban saya disalahkan, namun saya tidak berani protes ke si ibu guru.

Alhasil saya ngomong ke papa pas lagi makan malam.

“Pa, masa’ jawaban Dini disalahin ama Bu Guru,” adu saya (cieeeh, ngadu)

“Emang pertanyaannya apa?”

“Kan pertanyaannya : ‘Angkot berhenti dimana buat nurunin penumpang?’ Ya Dini jawab angkot nurunin di pinggir jalan, kok disalahin? Kan emang nuruninnya di pinggir jalan,” ujar saya saat itu.

“Ya itu salah,” kata Papa

“Kok salah? Tapi dulu Bu Guru bilang di Halte sih,” saya lagi2 ga ngerti kenapa jawaban saya salah.

“angkotnya salah kalo gitu, kok nurunin penumpang di pinggir jalan. yang bener ya di halte,” kata Papa.

Nah lho, bukannya tambah ngerti, saya tambah bingung. Jadi saya salah ya? Trus berarti selama ini kita berada di dalam sistem yang salah? Dan kenapa dibiarkan kalo salah?

Selain it, saya saat itu mikir, kalo emang bener penumpang dinaik-turunkan di halte, kok saya jarang ngeliat halte? kalopun ada yang namanya halte, jaraknya terlalu jauh satu sama lain dan tidak efektif untuk penumpang.

Kecil2 dah dibikin bingung. Indonesia, oh Indonesia.

Akhirnya pertanyaan aneh itu saya biarkan karena emang saya ga jago protes dan debat ama orang dewasa. Saat itu saya merasa bahwa saya tetaplah benar, dan orang2 dewasa itu yang salah. haha

Dan seiring berjalannya waktu, ternyata saya sadar bahwa memang saya benar, benar secara realita. Dan orang2 dewasa tersebut memang salah, salah secara realita, namun benar secara teori. Hummmmm…

Dan ujung2nya, saya rasa, segala sesuatu itu yang terpenting adalah prakteknya, realitanya, bukan apa yang diteorikan. Teori hanya rangkaian kata2 dan tidak ada maknanya apabila hanya berada di atas kertas. Yang kita lakukan dan kita aplikasikan adalah tindakan, dan alangkah baiknya jika tindakan itu sesuai dengan teori yang dibuat sehingga bukan menjadi sesuatu yang munafik. (Cieeeeh, gaya banget omongan saya).

Ya sudahlah, sekian dulu. Semoga tulisan ini bisa diresapi dan diambil hikmahnya.

Selamat menyambut weekend!

Dan saya menyambutnya dengan istirahat di kosan πŸ˜‰

Antara Teori dan Realita

2 thoughts on “Antara Teori dan Realita

    1. dini ayudia says:

      hai Andri,salam kenal πŸ˜‰
      Makasi dah baca dan nyempatin komen.
      Ditunggu komentar2 selanjutnya πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s