Because Age is Just Numbers :)

Hari ini, 24 Mei 2011, saya menginjak usia 21 tahun.

Dengan status sebagai seorang mahasiswi di perguruan tinggi teknik, baru beres ujian semester 6, dan akan segera berlibur untuk kerja praktek JIKA tugas desain mesin saya semester ini diterima sang dosen. (Amiiinnnn, semoga segera diterima)

Oke, sesuai dengan judulnya, Because Age is Just Numbers, saya benar2 merasa bahwa usia itu hanyalah angka-angka.

Entah mengapa, sejak lulus SMP (usia saya saat itu 15 tahun) dan masuk SMA, saya merasa bahwa usia saya tetap 15 tahum.

Saya tidak pernah merasa bahwa saya pernah SMA, entah mengapa. Saya selalu merasa bahwa usia saya terhenti di angka 15 meski ternyata saya akan segera masuk ke status : mahasiswa tingkat akhir (baca: swasta).

Apakah mungkin karena saya masuk SMA yang berasrama? Jarang berinteraksi dengan dunia luar.

Kalo diingat-ingat, pada masa2 SMA, rutinitas tiap harinya (hampir) selalu sama. Kalo diurutkan sejak jam 5 pagi, kira2 sbb:

bangun pagi – olahraga pagi – sarapan – apel pagi – sekolah sampe jam 2 siang – apel siang – makan siang – bobo siang (kalo ngantuk, dan saya selalu ngantuk) – mandi sore – apel makan malam – makan malam – belajar malam – apel malam – tidurrrr – bagun pagi lagi . Fiuhhhhh, dan hal tersebut berlaku dari Senin-Sabtu, kecuali Jum’at. Hari Minggu tentu saja berbeda karena ada kesempatan untuk pesiar, namun tidak rutin saya lakukan.

Nah, kalau dilihat dari pola kehidupan seperti di atas, sekitar 99,9% jam kehidupan saya habiskan di kampus SMA saya di Jawa Tengah selama 3 tahun full, dimulai sejak usia saya 15 tahun. Dan saat lulus dari kampus tersebut, saya merasa usia saya di-pause di angka 1 dan 5. Haha.

Dan ternyata, hal ini bukan hanya saya yang merasakan.

Pernah di malam-malam yang senggang, saya ngobrol dengan Ita, teman SMA saya sekaligus teman sekosan saya.

Saya nyeletuk,”Ta, kok aku ngerasa umurku tetep 15 tahun ya, ga berubah-ubah.”

Dan Ita menanggapi,” SAMA, DIN! AKU JUGA!”

Dan kami berlanjut mengobrolkan masa-masa SMA, masa-masa konyol saat kami diterima sebagai calon siswa (baca: casis), masa-masa Pendidikan Dasar Kedisiplinan (baca: PDK, dimana masa yg terkadang berusaha dihapus memorinya oleh beberapa rekan), lalu membicarakan masa-masa konyol selama sekolah, membicarakan pamong (baca: pengawas dan pendidik siswa) yang konyol, yang unik, pamong nyentrik, pamong baru yang di-ospek ama siswanya karena siswa ngerasa lebih senior dari pamong tersebut, dan hal-hal lain.

Banyak banget 😉

Mungkin ntar kalo sempat, saya bakal tulis beberapa cerita tentang masa SMA saya di beberapa postingan, soalnya kalo semua diceritakan di 1 postingan, pastinya bakal amat sangat keterlaluan panjangnya.

Well, sekarang sudah masuk masa liburan.

Happy holiday all!

Dan buat yang masih ujian : holiday is waiting for us! Haha.

Keep this life still simple 😉

Because Age is Just Numbers :)

3 thoughts on “Because Age is Just Numbers :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s