Jadi Anak Kecil Lagi

Another afternoon with the rains.

Another day with the chilled air.

Another day to do my tasks and assignment.

Another day to discuss PUK progress report.

Bismillah.

Dah dulu intro-nya. Sekadar perkenalan bahwa ini adalah hari Senin ke sekian di bulan November, dan ternyata kuliah semester 7 akan segera berakhir kurang dari 3 minggu lagi, lebih tepatnya tanggal 2 Desember 2011 —>hari terakhir semester ganjil tahun ajaran 2011/2012.

Dan itu artinya :

  • Saya akan masuk semester ke-8
  • Saya harus segera mengambil SKS tugas akhir (ada 5 SKS)
  • Saya harus segera memahami topik tugas akhir dari dosen pembimbing saya
  • Saya harus mengambil beberapa mata kuliah lagi supaya total SKS saya bisa jadi 144
  • Saya harus segera mulai mengerjakan tugas akhir kalo mau lulus tahun 2012
  • Saya harus mulai menyadari bahwa saya bukan anak kecil lagi
  • Saya harus ini, itu, dan lain-lainnya, yang pada intinya level usia saya semakin tua, dan tanggung jawab saya sudah semakin dipertanyakan dan dituntut agar bisa menjawabnya dari tindakan yang saya lakukan. Fiuh.

Dan barusan liat-liat tivi saat duduk di ruang makan kosan.

Ada iklan sabun, trus ada bocah kecil yang lari-lari bahagia. Yang kerjaannya cuman berantakin mainan, bikin kotor taman, dan kejar-kejaran ama ibunya. Dan si ibu cuman ketawa, seneng kalo anaknya sehat dan bisa main dan tersenyum.

Sambil liat tuh iklan, saya tiba-tiba kepikiran, kalo posisi saya jadi bocah kecil seperti itu lagi. Muncul berbagai kalimat harapan diawali kata ‘andaikan’. Beberapa di antaranya adalah :

  • Andaikan saya jadi anak kecil lagi, saya akan segera bertindak cepat dalam mencari tahu,apa tujuan hidup saya sebenarnya.
  • Andaikan saya jadi anak kecil lagi, saya akan menyusun rencana dengan baik, saya mau jurusan apa dan mau sekolah dimana (dulu udah sih, tapi seiring berjalannya waktu, rencana ini berubah drastis.)
  • Andaikan saya jadi anak kecil lagi, saya pengen menyusun alasan-alasan logis kenapa tujuan hidup saya harus dituruti oleh orang-orang yg sebenarnya cuman pemeran pendamping dalam hidup saya.
  • Andaikan saya anak kecil lagi, saya pengen mempertahankan semangat menggebu-gebu dulu itu ampe sekarang. Namun, kenapa sulit sekali ya menjaga hal tersebut? Hmmm…

Dan masih banyak kalimat-kalimat yang diawali kata ‘andaikan’ dalam pikiran saya.

Kalo kata orang bijak dan anonim, masa lalu itu jangan terus dilihat dan disesali, tapi rencanakanlah sesuatu yang baik ke depannya karena kita berjalan ke depan, bukan mundur ke belakang. Nice statement anyway.

Dan sekarang saya harus siap-siap berangkat ke kampus lagi.

See u at another post 😉

Jadi Anak Kecil Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s