Sahabat Terbaik-Part 1

Oke, ini postingan ke sekian yang saya tulis dalam bentuk part. Dan postingan ini cukup singkat dibandingkan beberapa postingan yang sudah ada. Dan saya yakin, akan saya sambung di part-part lainnya jika waktu saya sudah cukup senggang. Mohon ingatkan saya 🙂 Here we go…

Beruntungnya seseorang yang menemukan sahabat dan kekasih pada satu manusia yang sama – saya

Sebenarnya, kalimat itu saya simpulkan setelah mendengarkan dan mengamati berbagai fenomena yang terjadi di sekitar saya (fenomena? Yahh, kalo bahasa inteleknya, fakta lapangan. Haha).

Kenapa?

Karena masih banyak orang yg membedakan teman dengan kekasih.

 

buddy

Misalnya saja, saat ingin bersenang-senang, seseorang mencari kesenangan bersama teman-temannya. Seperti: sekedar nongkrong dan ngobrol di warung kopi, naik gunung buat wisata, sepedahan keliling kota di hari Minggu, lari pagi keliling Sabuga, dan lain sebagainya. Saat datang weekend selanjutnya, baru deh ‘dijatah’ waktunya untuk kekasihnya. Yaaaa, kekasih ini ditempatkan sebagai orang yang sekadar bisa digandeng kalo datang ke acara2 tertentu (biar ga dianggap jomblo), atau apalah yang penting ga dianggap jomblo. It’s freak, IMO.

Masa muda yang diisi dengan hal-hal gila, ketawa2 sampai perut sakit, dan kumpul-kumpul itu hanya sebentar. Suatu ketika, orang-orang yang kau sebut teman-teman itu juga akan sibuk dengan sekolah anaknya, mereka akan sibuk dengan kepindahannya ke luar kota, dan pastinya, mereka akan sibuk dengan kesenangan di dalam keluarganya. Hingga suatu hari, saat kau sudah sangat tua dan lemah, kau sadar, bahwa ada orang yg paling setia di sisi kamu, yaitu kekasih kamu, dan (mungkin) anak-anak kamu.

Bagaimana mungkin, kamu berharap orang yg tidak pernah kau ajak bersenang-senang bersama, tapi kau berharap dia merawatmu dengan tulus di saat kau sakit? Yah, bisa saja merawat, tapi hanya sekadar kewajiban (dan hambar). Apakah kamu mau seperti itu?

For me, not.

We don’t have to experience the same worse thing because we can find it out from other’s stories.

Sahabat Terbaik-Part 1