The Red Thread

m08

Foto M’08 satu angkatan komplit, ada 130 orang, sebelum ospek masuk HMM. Foto ini salah satu syarat masuk himpunan. Musti pake baju putih dan harus lengkap satu angkatan. Ampe temen di sebelah saya nyeletuk,”Eh cepetan dong bubar, keliatan nih pake baju putih rame2, cupu masi ospek.”

Dulu, waktu masih ospek buat masuk himpunan, ada tuh motto yang ditekankan kepada kami, bunyinya: “Open mind!

Saya inget banget nih, doktrin ini dicoba ditanamkan sekitar 5 tahun lalu, sore2 di daerah sekitar gedung kuliah. Pake baju kaos angkatan M2008 biru dongker, celana training pembagian kampus jaman TPB, sambil menyandang tas ransel yang isinya hampir selalu sama (1 botol Aqua 1500 ml, ponco/jas hujan, 2 pcs roti Rp 1000-an, sama apa lagi ya. Lupa. Tapi yang jelas ini tas berat banget).

Waktu itu kami diajarkan salah satu tradisi HMM, dimana tradisi tersebut merupakan pesan yang ingin disampaikan dari himpunan, untuk selalu open mind dalam menyelesaikan problema kehidupan (cieee, berat dikit).

Artinya: liat masalah dari segala sudut, jangan langsung ambil kesimpulan dari satu sisi saja.

Kalo saya tambahkan, selalu cari the red thread (benang merah) dari masalah tersebut, sehingga kita tau, kenapa bisa muncul persepsi 1, muncul persepsi 2, muncul persepsi 3, dan seterusnya.

Kalo sudah paham benang merahnya, maka ketika kita melihat media yang menuliskan/menayangkan masalah dengan persepsi 1, maka kita tidak mudah terpancing dan tidak mengambil kesimpulan begitu saja. Kita lebih tenang dan lebih dalam melihat masalah. Dan ke depannya, kita bisa lebih bijak dalam mengambil kesimpulan. Kita menjadi tahu alasannya, mengapa media tsb tidak menuliskan persepsi 2 atau persepsi yang lain, karena kita tahu si media berada di pihak siapa, dan kita tahu si media bermaksud mengarahkan pembaca memahami apa (kalo dari bidang jurnalistik yang pernah saya geluti di masa kuliah dulu, ini istilahnya angleMedia punya peran menggerakkan massa dan mengerahkan emosi orang. Makanya, jangan mudah percaya ama media :p )

Bagi orang-orang yang belum melihat benang merah dari suatu masalah, maka akan mudah berkomentar (bahasa kerennya, men-judge) orang lain yang punya persepsi berbeda.

Namun, bagi orang yang memahami benang merahnya, akan lebih santai, dan cuma komentar,”Lo ngomong doang bisanya. Kayak politisi.

The Red Thread

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s