Nggeget

Malam hari, 5 Okt 2014, sekitar pukul 9 WITA, seperti biasa, saya menyaksikan salah satu acara di Metro TV.

Ada istilah baru yang saya pahami pada malam itu, yaitu: “Nggeget

It’s a slank Javanese word, which means: rapatkan rahan (hingga gigi menggeletuk satu sama lain).

Apa maksudnya?

Let’s see this little pict that I’ve got from my personal Path:

People

Translation: Jangan pernah meremehkan kekuatan orang-orang bodoh yang bersatu dalam satu kelompok yang sama.

Dengan sangat demokrasinya pemerintahan hari ini, di mana kegiatan rapat di gedung Senayan (yang katanya berisi anggota terhormat dan dapat menyuarakan keinginan masyarakat) dengan mudah dapat kita saksikan dari media cetak dan elektronik yang ada. Well, sadarkah Anda, ternyata yang berada di sana tidak jauh lebih cerdas dari kita, namun kok bisa dibilang terhormat dan bisa menyuarakan isi pikiran kita? Setelah bertahun-tahun dipimpin DPR, lalu ada DPRD, lalu muncul lagi yang namanya DPD, tidak ada perubahan yang signifikan. Toh sudah ada yang namanya otonomi daerah, di mana pemimpin daerah tersebut juga difasilitasi untuk meeting dan studi banding ke ibukota dan/atau negara lain. Lalu, buat apa organsasi perwakilan rakyat yang gemuknya ugal-ugalan?

Ah, terlalu berat. Saya rasa pembaca sudah paham arah tulisan ini mau ke mana.

Kita semua pernah sekolah. Misalnya saja, suatu hari, kita memperoleh tugas kelompok. Semua tugas dikerjakan bersama, namun kita yang paling rajin dibanding yang lain untuk mencari informasi, pasti berusaha untuk mengerjakannya tepat waktu, dan paling bersemangat saat ada tugas baru. Namun saat ujian datang, ternyata nilai tertinggi diperoleh rekan kita yang paling malas mengerjakan tugas, modalnya cuma datang, duduk, dan menulis, minim berpikir, paling tidak semangat (kecuali mau ujian). Dan ternyata, rekan kita tersebut terpilih mewakili sekolah  untuk jamuan makan malam di rumah walikota. Gimana rasanya? Gemas sekali. Kalau pernah merasakan, mungkin seperti ada bola tenis nyangkut di kerongkongan, antara sedih dan marah, kenapa kondisinya bisa begini. Tidak adil. Kita tau kita lebih jujur, kita lebih cerdas, dan pasti kita merasa lebih layak mewakili sekolah.

Inilah saatnya nggeget.

Rapatkan rahang, tahan rasa marah dan sedih, simpan di kamar. Jika ingin menangis, menangislah. Jika ingin marah, sabarlah, hingga gigimu bergemeletuk satu sama lain.

Namun, saat harus keluar dan tampil di depan orang lain, tetap laksanakan tugas sebaik mungkin, dan laksakan tugas melebihi penghasilan yang diperoleh. Orang yang melaksanakan tugas melebihi salary yang ia dapatkan, sebenarnya sedang membuka pintu untuk rezeki-rezeki lain, yang akan datang pada saatnya.

Pernah melihat orang-orang baik, namun tidak terduga-duga, tiba-tiba jabatannya naik,dan dihormati orang lain?

success

Lihat saja calon presiden kita yang akan dilantik pada 20 Oktober 2014 mendatang. Pada tahun 2011 lalu, beliau cuma walikota di salah satu kota di Jawa Tengah. Siapa yang menduga, dalam waktu 3 tahun, beliau berada di Jakarta dan (akan segera) dilantik menjadi presiden? Cool.

Beliau fokus melaksanakan tugasnya, mengerjakan amanah yang diperolehnya. Banyak yang melihat bahwa karir beliau di politik seperti anak panah yang melesat mulus ke atas. Padahal, siapa yang tau sedih dan marahnya beliau, saat banyak  fitnah beredar di masyarakat? Siapa yang pernah melihat beliau curhat di media, dan menyatakan kesulitan hidupnya? Kita tidak pernah tahu, karena pemimpin yang baik (dan orang sukses), selalu menyimpan hal tersebut untuk dirinya.

Biarlah keluah kesah dan sedih itu kita yang tahu. Jika merasakan ketidakadilan, nggeget-lah. Namun tetap laksanakan tugas sebaik mungkin, dan yakinlah rezeki itu bisa datang kapan pun, darimana pun.

Semoga tulisan random ini bisa menjadi inspirasi untuk saya sendiri, dan para pembaca sekalian. Bismillah 🙂

Nggeget

One thought on “Nggeget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s