Dimadu

Syarat Ijin PoligamiSyarat Ijin Poligami yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Baru-baru ini, santer diberitakan melalui televisi mengenai legalisasi poligami bagi pegawai negeri sipil di salah satu daerah di Indonesia. Awalnya, saya pikir hanya lelucon belaka, hingga akhirnya seorang teman di grup Whatsapp saya memposting gambar di atas, yang isinya surat-surat yang harus dilengkapi untuk mengajukan izin poligami. Freak.

Lalu saya share gambar tersebut di grup alumni perempuan, yang isinya hampir semuanya telah menjadi seorang ibu, sambil menambahkan: “Jaman dulu mana ada (pemerintah daerah) yang berani bikin aturan sendiri-sendiri.”

Dan salah seorang ibu mengomentari,”Dulu katanya karena Bu Tin galak bgt urusan kayak gini. Laki-laki hebat karena perempuan (yang menghebatkan) di sampingnya. Itu gue yakini banget.

Seketika, saya teringat SMA saya di Magelang, Jawa Tengah, yang telah lama tidak saya jenguk (terakhir saya kunjungi pada akhir tahun 2008, enam tahun yang lalu, untuk mengurus legalisir ijazah kelulusan).

SMA saya secara resmi melaksanakan pendidikan pada tahun 1990, yang awal mulanya menerima siswa khusus pria karena pada masa itu, muncul keprihatinan dari Jend. L.B. Moerdani mengenai calon taruna Akademi Militer yang rata-rata bermodalkan fisik dan terbatasnya calon taruna yang memiliki kapasitas pendidikan serta fisik sekaligus. Jend L.B Moerdani yang dekat dengan Pak Harto di zaman itu, mengusulkan investasi manusia di bidang pendidikan, yang akhirnya disetujui, dan mengambil sekian hektar lahan Akmil di Magelang, untuk membangun sekolah, asrama, lapangan olahraga, rumah pengajar, kolam renang, dan fasilitas lainnya, yang digunakan untuk memndidik para siswa yang baru lulus SMP untuk mengenyam pendidikan setara kurikulum SMA di sana. Diharapakan, lulusannya sebagian besar masuk ke Akademi Militer, dan dapat menjadi penerus kemiliteran yang cerdas dan dapat dibanggakan. Yaaa, gitu lah sejarah singkatnya.

Lalu, pada suatu hari pada tahun 1995 (kalo tidak salah), Pak Harto dan Bu Tin berkunjung ke SMA di Magelang tsb. Konon, Bu Tin nyeletuk, “Kok tidak ada siswi (siswa perempuan), ya?”

Dan dalam waktu yang singkat, pada tahun 1996, SMA saya mulai menerima siswa perempuan. Dan 9 tahun kemudian, pada tahun 2005, saya berkesempatan menikmati fasilitas yang diperjuangkan oleh Jend. L.B Moerdani dahulu. Jika Bu Tin tidak mengutarakan uneg-unegnya kala itu, mungkin saya tidak sempat masuk ke sana, dan hanya menyimpan rasa penasaran saja :p

Jadi, apa hubungannya selebaran syarat poligami dengan sejarah SMA saya?

Pak Harto merupakan bagian sejarah dari bangsa kita (cieee, berat dikit).

Sejarah membuktikan, betapa orang segan (dan takut) pada Pak Harto. Tidak ada yang namanya geng motor (selain pada jaman dulu yang namanya motor adalah barang mewah), tidak ada yang berani keluar pada malam hari karena banyaknya kabar mengenai korban sniper dan orang hilang. Apalagi, mana ada orang yang berani iseng demo ke jalan demi di-interview televisi. Kalo pun ada yang demo, esoknya kita tak tahu kabarnya kemana.

Namun, ada pendapat yang selalu didengar Pak Harto, ada perintah yang lebih kuat dari perintah Pak Harto, yaitu permintaan istrinya sendiri. Yang jika memang permintaan itu menyangkut kepentingan yang ada di bawah Presiden, maka dibuatlah aturan yang wajib dipatuhi bawahannya. Siapa yang berani menentang atau dapat mengubah aturan pemerintah pada masa itu? Tidak ada, kecuali Bu Tin. Uneg-uneg, saran,, dan kritik yang disampaikan Bu Tin, didengar oleh suaminya. Betapa hebatnya Pak Harto pada masanya, tidak lepas dari peran istrinya, yang semakin menghebatkan Pak Harto sendiri. Semua orang hormat pada Pak Harto, dan Pak Harto sangat hormat kepada istrinya sendiri.

Yang mengherankan, masih ada orang yang tidak menangkap pesan positif dari mantan presiden kita tersebut. Lelaki gagah adalah lelaki yang sangat disegani saat dia berada di luar rumah, namun saat ia berada di rumah bersama istrinya, dia hanyalah pria biasa yang lembut dan penuh kasih sayang.

Dimadu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s