Si Bayi

Minggu lalu ponakan saya main ke Jakarta, berbarengan dengan kerjaan kantor saya yg kebetulan juga ke Jakarta, sehingga saya bisa bertemu dengan si ponakan yg terakhir saya lihat 5 bulan lalu (sekarang usianya sudah 8 bulan). Ponakan saya biasa dipanggil Efan. Bulu mata si bayi Efan ini panjang sekali, seperti gorden, lucu.

IMG_3029[1].jpg

Namanya juga anak bayi, si Efan menyatakan segala kesenangan atau ketidaksukaannya secara langsung. Lapar, ngantuk, marah, ga senang, sampe ekspresi nangis lebay-nya saat kepala kejedot lantai gara2 gerakan badannya sendiri yang belum sempurna ­čÖé

Nah, karena saat Efan main ke Jakarta berbarengan dengan kunjungan dinas saya, maka saya mendapat fasilitas penginapan. Untuk memudahkan mobilisasi barang2 kami yang cukup banyak, supaya ga repot, saya pilih hotel yang dekat apartemen.

Di hotel, saya mendapatkan bath tub dengan fasilitas air panas. Dan si Efan ini senang banget mandi ­čÖé Setelah tiga hari di apartemen dia mandi di ember kecil diisi air panas yg direbus, lalu pindah ke hotel dan bisa mandi dengan air panas mengalir, si Efan mengekspresikan kesenangannya setiap saat akan mandi. Si bayi Efan ngoceh sendiri, nggak tau ngomong apa, tapi seneng banget kalo masuk ke kamar mandi. Baru aja mau dibukain bajunya, ngomongnya ga berhenti-henti. Dicelupin ke air hangat, dia diem, ngapung, sambil kakinya gerak-gerak kayak mau berenang, trus diem aja. Beres mandi, dia dikeringkan, trus lanjut bobo nyenyak sampai pagi.

Nah, ada juga kejadian dia nangis heboh yang jejeritan ampe air matanya yang sebesar biji jagung menetes dan kita ga tega ngeliatnya. Itu saat dia kejeduk ke pintu lemari sepatu. Selang beberapa detik setelah kejeduk, Efan┬ánangis sambil teriak. Si bayi Efan ditenangin sambil digendong, trus sama Mama, kepalanya yang kejeduknya┬ádidinginin, trus sama Ines (si mama Efan), si Efan dikasi mimik. Beberapa menit kemudian, si Efan udah senyum2 dengan tambahan benjolan merah besar di dahinya. Kasian liatnya, tapi ekspresinya udah seneng dan lucu, jadi ya kita ikut seneng ­čśÇ

Melihat si bayi Efan yang mendapatkan kasih sayang berlimpah dan pelukan dari orang2 terdekat, membuat saya mencoba mengingat, kapan terakhir kali saya sebahagia dan setenang itu? Beberapa hari ini pun saya jadi kangen Mama, ingin dipeluk dan dimanja seperti bayi lagi.

Saat bayi, jika kita tidak mendapat apa yang kita mau, kita akan┬ánangis dan menjerit, lalu semua orang berusaha menenangkan sesegera mungkin. Saat kita beranjak dewasa, ternyata hidup tak semudah di masa bayi. Bahwa hidup ini ternyata memberi kita banyak kegetiran, kesedihan, rasa marah, yang seringkali butuh waktu yang tidak sebentar untuk menenangkan diri sendiri. Makanya, banyak buku2 psikologi yang temanya kebanyakan ‘How to Deal with Stress’.

Di suatu malam di rumah dinas saya di pulau terpencil, saya menyaksikan metro TV yang sedang menayangkan talk show ‘Kick Andy’. Salah satu bintang tamunya malam itu seorang anthropologhist forensic (ahli tulang belulang manusia yang keahliannya dimanfaatkan utk membantu analisis forensik kecelakaan, pembunuhan, dan kejadian sejenis) yang lalu mulai mempelajari dan menulis mengenai psikologi manusia.

Om Andi F. Noya bertanya,”Kenapa Anda sekarang mempelajari antropologi kebahagiaan?”

Sang ahli (namanya Mrs Etty)┬áberkata,”Saya mengherankan, ilmu psikologi sangat banyak mempelajari cara mengobati stress, depresi, rasa takut, dan sejenisnya. Kenapa kok bukan mencegah itu terjadi? Yaitu, dengan menciptakan kebahagiaan itu sendiri?”

“Jadi, gimana supaya kita bahagia┬á(tanpa perlu stress duluan.red) ?”

Lalu sang ahli ucapkan 3 kuncinya:

  1. Apa yg paling penting dalam hidup kamu? Utamakan.
  2. Apa yang kamu sukai? Lakukanlah.
  3. Apa talenta yang kamu punya dan  jika kamu lakukan, dapat bermanfaat bagi orang banyak? Lakukanlah.

Nice tips untuk saya, seorang manusia yg baru memasuki realita kehidupan dunia yang ternyata bertolak belakang dengan realita di masa bayi.

Semoga saya dan kamu (yang membaca tulisan ini), selalu bahagia.

Amin.

Si Bayi

One thought on “Si Bayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s