Kerja Oy Kerja

Dear my friends, because I think this post is gonna be more expressive if I’m using Bahasa Indonesia, so I write this down in Bahasa, but if you wanna know more, I will write this later in English. Just put a comment below or sent me an email for any suggestion 🙂

Pagi ini, pukul 8 kurang sedikit di kantor kecil saya di Pulau Bunyu, bos saya, Brando Sitinjak (dulunya satu kampus dengan saya, senior di jurusan yang sama, namun beda 10 tahun), masuk ke kantor sambil bilang,”Kamu udah bikin SPD ke Tarakan, kan?”

Saya : ekspresi ngantuk karena semalam bermain badminton dan masi pengen tidur, menyaut,”Ngga bikin apa2. Emangnya kita ke Tarakan?”

“Bikin lah. Kita berangkat pagi ini.”

“Pagi ini? Speed jam berapa, Bos?”

“Jam 10.”

Saya dengan gaya (sok) sigap, menyelesaikan beberapa pekerjaan, menghubungi mandor kompresor untuk pergi bersama kami, meminta admin membuatkan surat jalan, dan sebagainya, lalu segera pulang ke rumah dinas untuk packing.

Jam 10 teng, kami (saya, Pak Oyen (mandor kompresor SKG Bunyu), dan Bos Brand), telah duduk tenang di dalam speed yang membawa kami melaju ke Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia.

Mendarat di Tarakan pada pukul 11 pagi, kami dijemput Pak Junaidi (driver PEP Bunyu yang bertugas di Tarakan) dan melaju menuju tempat makan siang karena bos saya kelaparan. Karena si bos sukanya bebek, maka dimintanya Pak Jun menuju warung Bebek Gong. Untuk menghormati beliau dan mengalibrasi lidah saya, maka saya ikut mencicipi bebek goreng kremes yang menjadi andalan di warung tersebut.

IMG_3156[1]
Bebek goreng kremes di Warung Bebek Gong Tarakan
Lanjutt.

Selesai makan siang, kami meletakkan barang2 kami di hotel, lalu meluncur ke kantor Medco Tarakan untuk melaksanakan tugas kami hari itu, yaitu: pengecekan kompresor di fasilitas gas lift milik PT Medco Energy, yang di dalamnya masih terduduk kompresor milik PT Pertamina EP yang masih bisa kami gunakan. Idenya, PT Pertamina EP Bunyu akan menambah jumlah kompresor untuk menambah pasokan gas ke PLN Tarakan. Tarakan akan menjadi lebih terang dan tidak akan mati lampu lagi (amin).

a
Saya, Pak Bos, Pak Mandor

Nah, berhubung hal ini merupakan titah dari pusat dan penambahan kompresor diharuskan untuk dirampungkan dalam waktu dekat, maka saya harus segera menyusun laporan hasil pengecekan ini. Sebelum menyusun laporan, mari kita tuliskan sharing2 penting dan tidak penting selama perjalanan singkat ini 😀

(Oh, jadi tulisan sebanyak ini belum sharing, Din? Well…..)

Waktu saya masih menjadi completion engineer (yang cupu) dan dikontrak oleh Chevron Pacific Indonesia cabang Duri, Riau, Indonesia, seorang rekan saya, mas Robertus Bangun Antoro atau biasanya saya panggil Mas Antoro (hingga saat ini saya berterimakasih atas kesempatan yang diberikan PT CPI hingga saya bisa berkenalan dengan rekan2 yang tidak saya sangka bisa saya kenal sebelumnya), mengatakan,”Perempuan itu kalo udah nikah, ada baiknya untuk bekerja. Dengan bekerja, perempuan itu bergaul lebih luas, punya pemikiran yang lebih luas, dan pengetahuannya lebih banyak.”

Saya : manggut2.

Selain itu, kalo ngasih hadiah ke kami (suami.red), hadiah itu bisa dibeli dengan duit hasil kerja mereka. Kalo ibu rumah tangga ga kerja trus ngasih hadiah mahal2, yah gimana ya rasanya, itu kan duit aku (suami.red) juga. Rasanya ga begitu perlu,”

Saya: manggut2.

Hmmm.

Dan hari ini, berkat pekerjaan saya, saya berkenalan dengan seorang foreman Medco Tarakan, mas Agus Purnomo.

Bos Brando: “Udah berapa lama mas di Medco Tarakan?”

Mas Agus: “Dari tahun 96.”

Bos: (ketawa) “Wih sadis juga ya.”

Trus terjadi percakapan selanjutnya, yang diketahui bahwa Medco Tarakan pakai sistem on-off yang rotasinya 14-12 (14 hari kerja, 12 hari libur).

Kami dari PEP Bunyu, ketawa. Gimana ya rasanya bekerja dengan sistem seperti itu. Padahal Tarakan masih terhitung kota, dengan kemudahan akses kemana pun mudah, lalu pada hari ke-15, dipersilahkan pulang ke rumah dengan tiket yang ditanggung kantor. Pastinya pekerja akan selalu fokus bekerja di hari kerja, dan fokus berlibur di hari libur.

Hmmmm.

Kami di Bunyu, terutama pekerja operasi, memang di atas kertas, kami bekerja dengan jam kerja normal, tiap minggu masuk 5 hari selama 8 jam per harinya, dengan Sabtu-Minggu dihitung libur. Kenyataannya, kami (pekerja operasi) bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jika bukan karena urusan dinas yang mengharuskan kami keluar pulau, maka kami akan memilih berada di pulau tersebut, memonitor kondisi equipment, anak buah, dan kebutuhan fasilitas yang lain. Hal lain yang membuat malas beranjak (jika bukan dinas ): harga speed yang lumayan (200 ribu pp) & jam main yang terbatas (paling pagi jam 7, paling sore jam 4).

Oleh sebab itu, seorang senior di kantor saya pernah mengekspresikan ‘nasionalisme’-nya saat upacara 17 Agustus diwajibkan dihadiri seluruh pekerja field. Jika ada yang dinas harus pulang dan jika ada yang cuti harus masuk. Padahal saat itu tanggal merah yang bisa dimanfaatkan untuk cuti dan pulang ke rumah masing-masing.

Kira-kira maknanya seperti ini:

Kenapa arti nasionalisme harus disakralkan dengan menghadiri upacara 17 Agustus di sini (Bunyu.red) ? Apakah keikhlasan kami ditempatkan di sini, dengan dedikasi yang diminta nyaris 24 jam, jauh dari istri dan anak kami, kurang cukup untuk mengekspresikan rasa nasionalisme kami?” Lalu beliau mengucapkan selamat ulangtahun untuk istrinya yang bertepatan dengan 17 Agustus.

Semoga bisa dimaknai dan diaplikasikan di segala hal, ga cuma nasionalisme saja 🙂

Sekian tulisan random saya hari ini.

Selamat bekerja!

Kerja Oy Kerja

11 thoughts on “Kerja Oy Kerja

  1. renjanaganis says:

    Super awesome. Beruntung bgt aku punya kawan macam Dini. Seru banget Din tiap baca petualanganmu di dunia kerja yg gimana ya kalo aku bilang, keren lah pokoknya! :*
    Wah itu nasehat yg sangat bagus sekali dari Bapak2 CPI.
    Selamat bekerja Din! Bener, orang2 macam kamu-lah yg udah nerapin apa itu “nasionalisme” dalam arti yg sesungguhnya.
    Kereeen! I wish I could be like you Din. 🙂

    1. Dini Ayudia Erwin says:

      Ganis,makasi udah baca 😊
      Apalah aku ni masi butiran debu yg belum ada apa2nya😢
      Selamat bekerja,Ganis😄

  2. wah din.. penambahan kompressornya jadi banyak ya?.. penggeraknya motor. Biasanya maintenance motor motor nya kemana din? hehe.. (nyari peluang kerjaan)

    1. Dini Ayudia Erwin says:

      Hai Dinull, makasi dah baca. Penggerak kompresornya adalah gas engine,kami biasa service sendiri. Kalo spare partnya beli ke agent-nya😊

  3. Toro says:

    Kerennnya mbaa Dini *_*
    Semangat kerjanya mbaa!

    Saya baru berapa bulan di kaltara ini, sering denger nama pulau bunyu tp belum pernah kesana hehe.

    1. Dini Ayudia Erwin says:

      Mas Toro, ga ada keren2nya kok Mas, biasa aja 🙂
      Bunyu memang destinasi kerja aja mas, belum pernah denger ada yang ke sini bwt wisata 😀

      1. Toro says:

        Hoo gitu mba Dini..

        Aku dari dulu kalau singgah di pelabuhan, pasti selalu ngerasa lucu dan penasaran tiap nama bunyu disebut hehe ☺

  4. pria biasa says:

    Mba, emang resiko kerja di field gitu.. aku pernah ngrasain 6-2, 14-14, 14-10, dst sampe akhirnya trdampar di 5-2. Bunyu & Tarakan dua tempat yang kalo aku bilang bagus. mess pertamina bunyu juga ok, apalagi kalo di gazebo di atas bukit di lapangan golf yang ngarah ke selat makasar pas sunrise.. the best scenery..

    1. Dini Ayudia Erwin says:

      Iya pak, resiko pekerjaan yang harus disadari saat tanda tangan kontrak ya Pak. Take it or leave it kalo kata bos saya 🙂

      1. pria biasa says:

        setuju mba.. sukses selalu ya. btw, saya pernah ke tapa (salah satu lapangan pertamina juga di bunyu) sekitar 8-9 taun lalu, berasa remote banget, jalan sepi, semi offroad, plus ada jurang dalem di sepanjang jalan. sempet mikir ini kalo mobil masuk jurang udah pasti susah ditemuin orang. semoga aja lebih rame di sana sekarang..

      2. Dini Ayudia Erwin says:

        Iya pak,Tapa masih remote sampai saat ini. Bahkan kami tidak mengelola operasi di Tapa lagi.

        Hari ini Bunyu tambah sepi pak,bukan tambah ramai hehe. Wah salam kenal pak, siapa tau bisa besilaturahmi saat main ke Bunyu lagi Pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s