Dermaga

Bad Move
Paulo Coelho’s Words

Seberapa sering, saat kita bekerja, saat kita melakukan yang terbaik, tidak ada orang yang merasa bahwa kita telah berbuat banyak hal baik, hingga suatu hari kita melakukan kesalahan?

Kadang-kadang, saya pikir, berbuat kesalahan itu perlu juga ya? Jangan kesalahan deh ya, contoh sederhana, misalnya, ketidakhadiran kita.

Ya, misalnya aja, biasanya ada kegiatan yang selalu kita atur dan selalu kita komunikasikan. Lalu suatu hari, kita ga datang ke kegiatan tersebut, tidak bisa dihubungi lewat telepon, dan tidak bisa ditemukan secara fisik. Entah karena kita tiba-tiba sakit, atau ada keperluan mendadak keluar kota dan hape ga dicas. Pernah kebayang atau pernah ngalamin, orang2 kalang kabut nyariin kita, dan berharap kita ngasi kabar? Berharap adanya kabar progres kegiatan atau kabar baik dari kegiatan tsb?

Buat yang sering berinteraksi dalam organisasi di kampus atau sudah bekerja, biasanya pernah mengalami hal tsb.

Seringkali hanya kegiatan simpel, sederhana banget, ga perlu expertise, tapi jarang ada orang yang mau datang dan melihat langsung lokasi, ngobrol dengan anak buah, menganalisis masalah tsb bareng anak buah dan langsung pecahkan di tempat. Jarang.

Makanya, saat biasanya kita mau melakukan hal tsb lalu tiba-tiba kita ga ada, orang2 yang biasa nelpon2 dan tau beres, jadi panik. Kegiatan itu udah jalan, atau ada kendala, atau udah selesai? 

Contoh biasa sih.

Ga ada orang yang ga melakukan kesalahan.

Tapi mengapresiasi kerja keras orang itu perlu.

Well,

Beberapa hari ini saya membantu mengoordinir perbaikan dermaga milik PT Pertamina (Persero) RU V yang biasa disebut Dermaga Tidung Bunyu. Meski dermaga ini secara resmi adalah milik saudara perusahaan, namun kegiatan di dermaga ini terbuka untuk umum dan bongkar-muat barang.

Kadang saya mikir, saya kerja di perusahaan sosial atau energi?

Kalo nilai sosial dan ekonominya perusahaan ini dihitung, saya yakin, kontribusi perusahaan di bidang CSR (Corporate Social Responsibility) udah lebih dari cukup. Bahkan wilayah abu2 antara kewajiban negara atau sukarela perusahaan seringkali ga jelas. Ahhh, sudahlah. nanti kalo ngebahas ini lagi, mirip dengan postingan saya di Rasa-rasanya.

Lanjut.

Suasana Bunyu pagi ini sejuk2 adem sehabis hujan subuh tadi. Jalanan sedikit basah namun udara terasa sejuk, hati ikut adem. Begitu pula suasana di dermaga.

dermaga(2)
Suasana Dermaga Pagi Ini

Langit biru bersih dan tak panas.

dermaga(3)
Kapal Angkutan

Suasana di sekitar dermaga, ada kapal angkutan yang mengangkut mobil-mobil proyek non-PEP.

Nah, kalo ini, suasana dermaga kemarin siang saat tidak ada hujan seharian.

dermaga
Dermaga Tidung

Kalo dilihat di daratan di kejauhan, ada bangunan tinggi yang dikelilingi pepohonan, itulah Kilang Methanol milik PT. Pertamina (Persero) yang sempat berada pada masa kejayaannya 20 tahun yang lalu. Kalo sekarang, kilang tsb tidak aktif dan hanya dijaga sekuriti. Saya secara pribadi juga tidak tahu mau dikemanakan aset negara tersebut, semoga ga hanya teronggok sebagai Besi Tua.

pasang ban
Pasang Ban untuk Sandaran Speed

Kemarin, ban yang kami pasang merupakan stok ban bekas dan ban yang sudah lama teronggok di gudang. Kami lubangi ban di bengkel, lalu dipasang tali, lalu kami ikatkan di tiang sandaran speed. Karena pada pukul 3 sore air mulai pasang, maka kami agak sulit mengikat ban di posisi yang diinginkan. Oleh sebab itu, kegiatan kami undur ke hari ini.

Tadi pagi, saya sempat ngobrol2 sedikit dengan seorang bapak yang biasa kerja di kapal. Biasanya beliau mudah ditemui di dermaga. Bapak ini (sebut saja pak Budi), pernah saya tumpangi speednya saat saya ikut co-man rig drilling yang datang dari Jakarta.

Pak Budi komentar,“Kalo ada apa2 di Bunyu ini, paling enak memang minta tolong ke Pertamina, semua bisa segera ditindak lanjut. Kalo kita ngomong sama Pemda, mana ada ditanggapi. Tapi ya itu, orang sini tu banyak maunya. Apa2 semua sudah dibantu perusahaan, tapi kalo ada moving alat berat perusahaan, semua ribut2 (terlalu manja.red) karena rumahnya kena debu jalan.” 

Hmmmmm.

Well…

Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya, selamat hari Sabtu, selamat bekerja!

 

 

 

 

*Semoga kebijakan mengenai kompensasi on-call segera berlaku. Amen.

Dermaga